Rokan Hulu

Desa Batas Anggarkan Sarana Air Bersih dari ADD

luas embung yang tidak dimanfaatkan sekitar 1,5 hektar dan dibangun dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kumu

Desa Batas Anggarkan Sarana Air Bersih dari ADD
TribunPekanbaru/Donny Kusuma
Cek dam untuk sarana air bersih 
Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra
TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Demi mengatasi air bersih, Desa Batas, Kecamatan Tambusai, anggarkan pembangunan sarana air bersih melalui Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018. 
Kades Batas, Tengku Musrial‎ mengungkapkan, anggaran air bersih ini nanti dengan memanfaatkan cekdam (embung) di Dusun 2, guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi 653 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut.
Dirinya mengaku,  luas embung yang tidak dimanfaatkan sekitar 1,5 hektar dan dibangun dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kumu tahun 1984 melalui Program P3 Erpedas, Provinsi Riau.
"Selama ini, cek dam yang ada belum termanfaatkan. Sudah berkali- kali program pemanfaatan air bersih sudah dianggarkan melalui program Pansimas, PDT namun gagal. Sehingga, kita akan coba memanfaatkan cek dam untuk mengalirkannya ke masyarakat kita di ADD tahun ini," katanya, Kamis (8/2/2018).
Lebih lanjut diungkapkanya, di tahun 2017 lalu, Desa Batas sudah menganggarkan Rp74 juta namun tidak cukup untuk pembangunan sarana air bersih. 
"Karena dana yang dianggarkan tidak cukup maka disilvakan di tahun 2018, kemudian ditambah dari ADD 2018 dengan total dana Rp350 juta," imbuhnya.
Menurutnya, dari dana Rp350 juta, nantinya akan digunakan untuk membangun tower dan bak atau tong penampungan air, 3 mesin jet PAM untuk mengalirkan air, termasuk pembelian pipa untuk sambungan ke rumah-rumah warga.
Diakuinya, dianggarkannya pembangunan sarana air bersih, karena hal ini  merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat di desa batas. Diharapkan , nantinya persoalan air bersih bagi bersih 653 KK dan 3234 jiwa masyarakat di desa kita bisa tuntas. 
"Karena, bila kemarau panjang maka masyarakat sulit mendapatkan sarana air bersih, dimana rata-rata warga kita menghandalkan sumber air bersih dari sumur tadah hujan selama ini," ungkapnya.
Tengku Musrial ‎mengaku, pihaknya juga sudah pernah mencoba cek dengan mengebor kedalaman 350 meter ke bawah tanah dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk bisa mendapatkan air bersih namun hasilnya tidak ada air karena kawasan Desa Batas napal.
Nantinya, dirinya juga akan meminta bantuan PT.SSL dari dana CSR untuk perluasan membangun sarana air bersih, sehingga cek dam yang memiliki potensi  cadangan air bersih sekitar 30 ribu kubik bisa termanfaatkan dngan baik.
"Sebelumnya, sudah ada kegiatan proyek di desa kita dan di Tapung, yang pagu anggarannya capai Rp1,3 miliar, untuk desa kita sekitar Rp600 juta dianggarkan daro dana PDT (APBN) tahun 2010. Namun hingga kini keberadaannya proyek air bersih tersebut kini tidak bisa dimanfaatkan bagi masyarakat dan kini terbengkalai," terangnya.
Saat ini jelasnya, program air bersih Desa Batas Rp350 juta sudah diusulkan dalam Musyawarah Pembangunan (Musranbang) tingkat Kecamatan Tambusai. 
"Ya kita berharap program itu bisa teralisasi karena sangat dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved