Dinilai Murah Hanya Rp110 perkubik, Bapenda Berencana Naikkan Pajak Air Permukaan

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau tahun ini berencana menaikkan harga pajak air permukaan di Riau

Dinilai Murah Hanya Rp110 perkubik, Bapenda Berencana Naikkan Pajak Air Permukaan
Internet
Ilustrasi

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau tahun ini berencana menaikkan harga pajak air permukaan di Riau. Karena pajak yang selama ini dianggap murah dan kurang efektif.

Untuk penetapan ini, rencananya Bapenda akan duduk bersama dengan Dinas ESDM, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bidang Sumber Daya Air nya.

"Kami akan merumuskan yang pertama tentang tarif, tarif pajak perlu dinaikkan, kami kan di Hilir nya yang dihulu sebenarnya PUPR dan ESDM. Makanya kita ingin dudukkan terlebih dahulu, "ujar Kepala Bapenda Riau Indra Putra Yana kepada Tribun Kamis (8/2).

Karena nilai jual air selama ini dianggap sangat murah dan tidak wajar sehingga butuh kajian mendalam termasuk terkait aturan. Setiap kubiknya hanya dihargai dengan tarif Rp110 sehingga ada wacana kenaikan harga.

"Selain harga juga persoalan Selama ini rendahnya pendapatan pajak karena alat ukur pemakaian air yang tidak transparan. Gimana kita ganti alatnya dengan kajian nanti, berapa kebutuhan air setiap perusahaan, "jelasnya.

Sehingga harus ada formulasi kedepannya maka didudukkan dengan ESDM dan PUPR. Dengan adanya formulasi itu nanti menurut Indra Putra Yana akan menjadi bahan untuk disosialisasikan ke perusahaan.

"Harusnya kan setiap pabrik atau perusahaan tahu berapa pemakaian dan kebutuhan airnya. Itulah yang dikejar nantinya dan setiap tahun itu berapa air yang dipakai sudah jelas semuanya, "jelas Indra.

Apalagi target yang diberikan kepada Bapenda cukup besar, tahun 2018 diberikan target Rp60 miliar, sedangkan tahun 2017 masih Rp40 miliar dan 2016 hanya Rp37 Miliar.

"Kami diberi target untuk pajak air Permukaan itu Rp60 miliar naiknya jauh dari tahun sebelumnya. Tentu sebagai eksekutor harus mengejar target tersebut, "ujar Indra Putra Yana.

Halaman
12
Penulis: Nasyuha
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help