TribunPekanbaru/

Mengapa Ya Bulu pada Tahi Lalat Bisa Tumbuh Panjang? Begini Penjelasannya

Namun, pernahkah Anda mempertanyakan mengapa bulu pada tahi lalat bisa tumbuh lebih subur daripada area sekitarnya?

Mengapa Ya Bulu pada Tahi Lalat Bisa Tumbuh Panjang? Begini Penjelasannya

TRIBUNPEKANBARU.COM -- Setidaknya sekali dalam seumur hidup, Anda pasti pernah melihat seseorang yang pada tahi lalatnya ditumbuhi bulu panjang. Bahkan, Anda sendiri mungkin juga memiliki tahi lalat seperti ini.

Namun, pernahkah Anda mempertanyakan mengapa bulu pada tahi lalat bisa tumbuh lebih subur daripada area sekitarnya?

Jika ya, maka Anda sedang beruntung karena Dermato-Venerologist dari Siloam Hospitals dr Edwin Tanihaha, SpKK, Dip. AAAM, MHKes, FKCCS punya jawabannya.

Dijelaskannya pada Kompas.com melalui pesan singkat pada Rabu (7/2/2018), sebenarnya tidak semua tahi lalat berbulu. Tahi lalat merupakan kumpulan pigmen yang memproduksi sel kulit dan bisa bervariasi menjadi berbulu atau tidak berbulu.

“Pada tahi lalat yang berbulu, folikel rambutnya lebih banyak. Selain itu, juga ada faktor genetik maupun hormonal yang membuat pertumbuhan rambutnya lebih banyak dibandingkan area wajah atau kulit yang lain,” katanya.

Karakteristik ini, kata dia, tidak mengindikasikan potensi tahi lalat menjadi kanker atau keganasan.

Meski demikian, Edwin tidak merekomendasikan mengganggu, menggaruk, atau mencabut bulu pada tahi lalat. Sebab, luka pada tahi lalat bisa meningkatkan risiko munculnya keganasan.

Seandainya tahi lalat dirasa menganggu Anda sebaiknya berkonsultasi ke spesialis kulit terlebih dahulu untuk menghilangkannya.

Edwin mengatakan, prosedur untuk menghilangkan tahi lalat tergantung dari jenis tahi lalat, lokasi, bentuk dan kedalaman tahi lalat.

Untuk tahi lalat yang dangkal, dokter bisa melakukan tindakan laser atau elektrokauter yang berlangsung sekitar 5-10 menit per tahi lalat. Biasanya, prosedur ini hanya perlu dilakukan satu sampai dua kali untuk menghilangkan tahi lalat.

Sementara itu, tahi lalat yang lebih dalam dapat dihilangkan dengan bedah eksisi. Prosedur ini berlangsung selama 15 menit dan cukup dilakukan sekali saja.

“Risiko yang sering terjadi dari tindakan ini berupa scar atau jaringan parut,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help