TribunPekanbaru/

Siak

Tercyduk, Oknum Panitera PN Siak Diduga Temui Pihak Berperkara

Saya sudah panggil yang bersangkutan, tetapi dia menjawab pertemuan itu tidak berhubungan dengan perkara.

Tercyduk, Oknum Panitera PN Siak Diduga Temui Pihak Berperkara
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Panitera Muda Pidana PN Siak Austian (kiri-duduk) tampak mengelar pertemuan dengan pihak yang diduga berperkara di PN Siak, di sebuah warung kopi, Jalan Sapta Taruna, Siak, Jumat (18/2/2018) sore. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Oknum Panitera Pengadilan Negeri (PN) Siak, Austian, tercyduk wartawan saat berjumpa dengan pihak yang diduga sedang berperkara. Informasi itu sedang ditelisik ketua PN Siak Abdul Kadir, setelah mendapat konfirmasi dari awak media.

Informasi yang dihimpun Tribun, Austian telah berjanji dengan pihak yang diduga berperkara untuk bertemu di salah satu kedai kopi, di jalan Sapta Taruna, Siak Sri Indrapura, Jumat, 19 Januari 2018 lalu.

Austin terlibat percakapan dengan pihak tersebut. Namun, mereka tampak tidak nyaman karena ada awak media yang sedang berada di kedai kopi tersebut. Tidak lama kemudian, Austin membawa 2 orang yang diduga pihak berperkara tersebut ke dalam mobilnya untuk melanjutkan pembicaraan.

Pihak diduga sedang berperkara tersebut sempat mengaku kepada media, dia datang dari Dayun.

Informasi tersebut sempat membuat Abdul Kadir emosi. Sebab, belum lama ini, pihaknya menandatangani Pakta Integritas menuju wilayah bebas korupsi.

"Saya sudah panggil yang bersangkutan, tetapi dia menjawab pertemuan itu tidak berhubungan dengan perkara. Palingan itu saja yang bisa saya sampaikan kepada teman-teman," kata dia, Kamis (8/2).

Ia menguraikan, dirinya sudah sering mengingatkan agar seluruh jajaran PN Siak, tidak menemui pihak berperkara sendirian di luar kantor PN Siak. Sementara Austian, menghilang dari kantornya saat hendak ditemui.

Sementara di loby kantor PN Siak, tampak terpampang Surat Edaran Mahkamah RI tentang petunjuk penerimaan tamu. Abdul Kadir mengatakan Surat Edaran Mahkamah RI tersebut bukan hanya untuk pajangan, namun untuk dipahami.

Pada Surat Edaran itu dikatakan, seluruh aparat peradilan di manapun berada, dilarang menerima tamu dari pihak atau yang berkepentingan dengan suatu perkara, yang belum, sedang dan sudah diperiksa.

Dalam hal karena pertimbangan memyangkut proses administrasi dari suatu perkara harus diterima. Maka pertemuan tersebut harus dihadiri oleh 2 pihak yang berperkara, dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan untuk menghadap di kantor tempat bertugas.

Kemudian, poin ketiga dari surat edaran MA tersebut, dikatakan, apabila salah satu pihak tidak hadir, walaupun telah diberitahukan dengan resmi kepada yang bersangkutan, maka pertemuan harus disaksikan oleh salah seorang pejabat struktural kantor tersebut.

Namun demikian, Austian atau biasa disapa Ujang hanya terlihat bertemu dengan salah satu pihak yang diduga sedang berperkara di PN Siak. Pertemuan itupun tidak disaksikan pejabat struktural dari PN Siak. Kemudian pertemuan juga diadakan di kedai kopi.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help