Pasar Gedang Belum Kunjung Ditertibkan, Kepala Dinas Memilih Bungkam

Pasar bentukan Awaluddin atau Haji Gedang ini sudah tiga hari melewati batas penertiban

Pasar Gedang Belum Kunjung Ditertibkan, Kepala Dinas Memilih Bungkam
tribunpekanbaru/fernando
Pintu masuk Pasar Panglimo Gedang sudah ditimbun tanah, Senin (15/1/2018). Aparat gabungan menutup akses masuk ke pasar itu, para pedagang diarahkan untuk pindah ke Pasar Klakap Tujuh 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAIBARAT- Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai, Zulkarnaen memilih bungkam. Ia tidak menjawab terkait rencana penertiban para pedagang di Pasar Panglimo Gedang. Pasar bentukan Awaluddin atau Haji Gedang ini sudah tiga hari melewati batas penertiban.

Para pedagang di sana harusnya sudah pindah ke Pasar Klakap Tujuh terhitung, Selasa (6/2/2018). Tribun sudah mengubunginya via ponsel. Zulkarnaen tidak kunjung menjawab sambungan telepon hingga Jum'at (9/2/2018) sore.

Sebelumnya, Walikota Dumai, Zulkifli AS ternyata sudah menerbitkan Surat Penegasan pada 31 Januari 2018. Surat ini bagi Pedagang Pasar Klakap Tujuh dan Pasar Panglimo Gedang.

Ia mengimbau pedagang di Pasar Panglimo Gedang agar pindah ke Pasar Klakap Tujuh. Ia mengimbau agar pedagang segera mengisi kios, lapak dan los yang tersedia paling lambat, Selasa (6/2/2018).

"Apabila surat penegasan ini diabaikan, maka hak penempatan akan hilang. Tim terpadu akan segera mengambil langkah penertiban lebih lanjut," ujar Zul AS dalam surat penegasan.

Phak terkait bakal mendiskualifikasi pedagang yang sudah mendaftar. Mereka tidak membuka lapaknya di Pasar Klakap Tujuh hingga, Senin (5/2/2018). Pihak terkait bakal mengalihkan lapak ke pedagang lain di daftar tunggu.

Zul AS menyebut bahwa surat ini adalah bentuk pemberitahuan kepada para pedagang. Mereka memberitahu pedagang tentang hasil rapat tim terpadu penempatan pedagang ke Pasar Klakap Tujuh.(fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help