Ulah Oknum Panitera, MPKS Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap PN Siak Tercoreng

Pasalnya, selain tidak dibenarkannya aparatur peradilan bertemu para pihak yang sedang berperkara

Ulah Oknum Panitera, MPKS Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap PN Siak Tercoreng
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Perilaku oknum Panitera Muda (Pamud) Pidana Pengadilan Negeri (PN) Siak, Austian alias Ujang yang menggelar pertemuan dengan salah satu pihak terduga berperkara di kedai kopi tertentu, mendapat tanggapan dari masyarakat.

Pasalnya, selain tidak dibenarkannya aparatur peradilan bertemu para pihak yang sedang berperkara, juga dapat mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Ketua Umum DPP Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah mengatakan, pihaknya kecewa dengan ulah oknum PN Siak tersebut. Sebab pertemuan yang dilakukan Ujang pada 19 Januari 2018 lalu, sangat tidak wajar.

"Baru-baru ini PN Siak menandatangani pakta integritas tentang pencegahan korupsi, membuat tingkat kepercayaan kita meningkat, tiba-tiba ada oknumnya yang melakukan tindakan mencurigakan," kata dia, Jumat (9/2/2018).

Ulah perilaku oknum tersebut, pihaknya menduga ada indikasi transaksional perkara antara pihak berperkara dengan pihak pengadilan. Dalam hal ini, Wan Hamzah tidak mencurigai hakim. Namun murahnya hubungan pihak berperkara dengan aparatur peradilan membuat kecurigaan umum kian meyakinkan.

"Ini manusiawi saja, ada pertemuan tidak wajar itu apakah warga tidak berhak menduga?. Ingat lo, Anda siapa? Aparatur peradilan bukan?," kata pria yang akrab disapa Weha itu.

Tidak hanya itu, indikasi transaksional anatara pihak berperkara dengan oknum pengadilan sudah menjadi rahasia umum. Saat ini, Mahkamah Agung (MA) ingin mengembalikan citra dan kewibawaan lembaga peradilan Indonesia, namun perilaku aparatur peradilan di tingkat kabupaten Siak tidak terjaga.

"Di mana letak integritas aparatur di PN Siak? Sungguh ini membuat kepercayaan kita sebagai masyarakat biasa jatuh berkali-kali terhadap lembaga yang semestinya kita hormati," ulas dia.

Pihaknya juga meminta agar Pengadilan Tinggi (PT) Riau memproses oknum tersebut. Tujuannya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

"Kita tidak ingin masyarakat yang berperkara di PN mesti jual ini, jual itu, untuk mendapatkan uang. Kita tidak ingin masyarakat semakin terbebani oleh pungutan -pungutan liar oknum tak bertanggungjawab itu," kata dia.

Weha juga mengharapkan, agar PT dan MA juga memproses ketua PN Siak Sri Indrapura. Meskipun oknum yang berbuat, Ketua PN, kata dia, juga harus bertanggungjawab.

Sebelumnya diberitakan, Ujang menggelar pertemuan dengan pihak diduga sedang berperkara di sebuah kedai kopi di jalan Sapta Taruna, Siak, Jumat (19/1) sore lalu. Pada pertemuan tersebut, Ujang terciduk kamera wartawan. Sehingga ia membawa pihak tersebut masuk ke dalam mobilnya untuk melanjutkan perundingan.

Sementara ketua PN Siak, Abdul Kadir, SH sempat emosi saat awak media mencoba mengkonfirmasi terkait masalah itu, Kamis (8/2/2018). Ia beralasan sibuk, dan seharusnya Humas saja yang memberikan keterangan. Ia juga mengaku telah memanggil oknum Pamud Pidana ke ruangannya. Namun, kata Abdul Kadir, anak buahnya tersebut tidak membicarakan hubungan perkara dengan pihak yang ditemuinya di kedai kopi itu.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help