Pilgub Riau 2018

12 Tokoh Riau Merasa Dicatut Sebagai Tim Kampanye Firdaus-Rusli, Azaly Djohan: Kami tak Dilibatkan

Ke-12 tokoh tersebut menyatakan menolak dan tidak bersedia untuk menjadi anggota tim pemenangan, dengan membuat pernyataan penolakan

12 Tokoh Riau Merasa Dicatut Sebagai Tim Kampanye Firdaus-Rusli, Azaly Djohan: Kami tak Dilibatkan
Tribun Pekanbaru/Alex Sander

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 12 orang tokoh Riau dan beberapa pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dicatut namanya masuk dalam tim kampanye pasangan bakal calon gubernur Riau dan wakil gubernur Riau, Firdaus-Rusli Effendi.

Tokoh masyarakat Riau di antaranya, A Rivaie Rahman, Arsyad Rahim, Tengku Lukman Jaafar, Azaly Djohan, Ahmad Bebas, Wasnury Marza, Tengku Rasmara, Fachruddin Bakar, Makmur Hendrik, Marjohan Yusuf, Tengku Muchtar Anom, dan Syafei Yusuf.

Baca: 12 Tokoh Riau Merasa Dicatut, Tim Pemenangan Firdaus-Rusli Effendi Minta Maaf

Baca: Lambaian Terakhir Korban Kecelakaan di Tanjakan Emen yang Sulit Dilupakan

Ke-12 tokoh tersebut menyatakan menolak dan tidak bersedia untuk menjadi anggota tim pemenangan, dengan membuat pernyataan penolakan, dan masing-masing tokoh tersebut menandatangani surat pernyataan.

Salah seorang tokoh Riau, Azaly Djohan yang dikonfirmasi Tribun terkait hal ini mengatakan, dirinya sama sekali tidak tahu kalau dirinya dilibatkan dalam tim kampanye Firdaus-Rusli Effendi tersebut. Ia baru mengetahui saat anaknya melihat nama Azaly Djohan sebagai tim kampanye di media sosial facebook.

“Kami tidak tau dilibatkan, saya dapat informasi dari anak di Jakarta, ternyata nama-nama itu masuk di facebook. Saya suruh cari informasinya yang akurat dan ternyata memang betul, ada 170 lebih yang dilibatkan, ketua timnya Pak Chaidir. Saya cukup dekat dengan beliau, tapi beliau tidak ada menyampaikan hal itu kepada saya,” kata Azaly kepada Tribun, Minggu (11/2/2018).

Baca: Garap Lahan 5.000 Ha Tanpa Izin, Direktur PT Peputra Supra Jaya akan Divonis Hari Ini

Kalau pun diberitahu, menurut Azaly dirinya tidak bisa terlibat untuk mendukung Firdaus-Rusli Effendi, atau pun pasangan calon lain. Hal ini dikarenakan ia merupakan tokoh yang independen. Selain itu, ia juga aktif di organisasi pramuka, dan di lembaga pramuka harus independen.

“Saya walau pun sudah pensiun, tapi saya independen. Selain itu, saya juga aktif di pramuka, dan tidak boleh terlibat dimana-mana dalam politik. Selain saya, kemudian juga sejumlah ada orang lembaga adat, dan kami menyatakan keberatan, ke-12 tokoh menandatangani surat penyataan,” imbuhnya.

Tidak hanya dari 12 orang tersebut, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Mahdini menurutnya juga masuk namanya sebagai tim kampanye tersebut, padahal Mahdini merupakan seorang dosen PNS yang aktif mengajar di salah satu universitas di Riau.

“Pak Mahdini juga heran namanya juga ada, dan bertanya kepada saya, namanya juga masuk di sana,” ulasnya.

Oleh karena itu, Azaly pun mendatangi KPU Riau pada akhir minggu lalu untuk mengklarifikasi terkait hal itu, dan menjelaskan bahwa dirinya dimasukkan namanya dalam tim kampanye tersebut dan didapftarkan ke KPU tanpa sepengetahuannya.

“Saya sudah ke KPU kemaren untuk mengklarifikasi, saya juga minta tolong agar tim tersebut diingatkan. Kalau bagi saya sama saja semua, mereka para calon merupakan adik-adik semuanya, tapi saya tak bisa memihak, bagi saya sama semua, namun tentu dalam hak pilih nanti saya sudah punya pilihan tersendiri,” tuturnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help