TribunPekanbaru/

Paslon Pasutri Gagal Penuhi Dukungan, Pilkada Padang Hanya Diikuti Dua Kandidat

KPU Padang menetapkan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda dan Mahyeldi Ansyrullah-Hendri Septa sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang.

Paslon Pasutri Gagal Penuhi Dukungan, Pilkada Padang Hanya Diikuti Dua Kandidat
Tribunpadang.com/Riki Suardi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menetapkan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda dan Mahyeldi Ansyrullah-Hendri Septa sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang. 

Laporan Riki Suardi, Kontributor Tribunpadang.com

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menetapkan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda dan Mahyeldi Ansyrullah-Hendri Septa sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang.

Sedangkan pasangan perseorangan Syamsuar Syam-Misliza, gagal mengikuti Pilkada Kota Padang serentak 2018, karena pada rapat pleno terbuka tersebut, pasangan suami-istri itu dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Pantauan tribunpadang.com, penetapan Emzalmi-Desri Ayunda dan Mahyeldi Ansharullah itu dilakukan pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang 2018 yang digelar di Kantor KPU Kota Padang, Senin (12/2/2018).

Pada rapat pleno terbuka itu, turut hadir pasangan Emzalmi-Desri Ayunda beserta pengurus dari 7 partai pendukung, yaitu Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Nasdem dan Demokrat.

Kemudian pasangan yang didukung PKS dan PAN, hanya dihadiri Hendri Septa dan pengurus partai pendukung. Sedangkan Mahyeldi Asharullah yang merupakan calon Walikota petahana tidak hadir pada saat rapat pleno tersebut.

Ketua KPU Kota Padang, Muhammad Sawati mengatakan, kedua pasangan itu ditetapkan sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, karena berkas persyaratan kedua pasangan tersebut menenuhui syarat.

"Dari hasil penelitian yang kami lakukan beberapa waktu lalu, kedua pasangan calon yang diusung partai politik memenuhui syarat," kata Sawati dalam laporannya yang disampaikannya saat Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang.

Kemudian untuk pasangan perseorangan Syamsuar Syam-Misliza, sebut Sayuti, tidak disahkan sebagai pasangan calon, karena jumlah dukungannya kurang sebanyak 14.530, meskipun sebelumnya sudah menyerahkan tambahan dukungan sebanyak 33 ribu lebih pada saat mendaftar ulang.

"Pada pendaftaran ulang yang dilakukan pada 1 Februari kemarin, Syamsuar Syam-Misliza telah menyerahkan dukungan tambahan. Namun setelah diminta untuk menghadirkan dukungan tambahan, pasangan tetsebut tidak mampu sehingga tidak kami sahkan," ujarnya.

Harusnya, sebut Sayuti, pasangan Syamsuar Syam-Misliza harus memenuhui syarat dukungan minimal 41.116 jika maju sebagai pasangan calon perseorangan. "Namun karena dukungan yang sah hanya sebanyak 26.586, makanya tidak disahkan," tambah Sayuti.(*)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help