Pelalawan

VIDEO: Petugas Padamkan Api Pakai Baju Tuai Komentar, Kepala BPBD Ungkap Fakta Mengejutkan!

ersonil tim gabungan operasi pemadaman Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Pelalawan menggunakan alat yang tidak lazim untuk

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Personil tim gabungan operasi pemadaman Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Pelalawan menggunakan alat yang tidak lazim untuk memadamkan api.

Videonya sempat beredar di Media Sosial (Medsos) facebook dua hari terakhir.

Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu, tampak dua personil tim gabungan dari instansi Regdam Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan bertelanjang dada, memadamkan api menggunakan baju yang dipakainya.

Dengan terlebih dahulu membasahi baju ke selang air yang disemprotkan, kemudian pakaian itu dikibaskan ke titik api yang sedang membakar semak belukar.

Video itu sempat dibully nitizen yang tidak memahami inti persoalan di lapangan. Banyak tanggapan jika peralatan yang dipakai personil tidak lengkap hingga memakai kain untuk memadamkan api. Ada juga yang menilai tidak profesional dalam bekerja. Namun tak sedikit juga yang memuji langkah dan inisiatif kedua personil yang berjibaku dengan api itu.

Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, saat dikonfirmasi menceritakan fakta sebenarnya terjadi di lapangan hingga kedua anggotanya mempertaruhkan pakaian untuk mengalau api di video tersebut. Lokasi pemadaman berada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti yang terbakar sepanjang pekan lalu.

"Kendala tim gabungan di lapangan, sumber air sangat minim. Kalaupun ada jaraknya sangat jauh dari titik api," ulas Hadi Penandio kepada tribunpelalawan.com, Senin (12/2/2018).

Pada saat kejadian tim gabungan yang sudah dibagi tugas dibeberapa lokasi sedang asik memadamkan api. Titik api berjarak hampir 500 meter dengan sumber air terdekat. Selang yang dipakai sudang mencapai 20 rol dengan cara disambungkan alat khusus.

Ketika anggota tim sedang menghalau api besar, tiba-tiba muncul beberapa titik api baru yang tidak jauh dari posisi personil yang sedang melakukan pemadaman. Untuk menjemput selang tentu membutuhkan waktu dan melakukan penyambungan sekaligus. Disisi lain, tekanan air sudah jauh berkurang lantaran jaraknya sangat jauh dari sumber api.

"Di sekitarnya tidak ada pelepah kayu atau daun, ranting atau apapun yang bisa untuk mengibas. Karena lokasinya semak belukar," tambah Hadi.

Dengan kondisi mendesak dan terbatas, anggota di lapangan dengan sigap membuka bajunya dan membasahi ke selang. Pakaian itu digunakan untuk memadamkan api baru yang muncul. Dikibas secara berulang-ulang dengan cepat sebelum api membesar.

Tindakan tanggap darurat itu dilakukan mengantisipasi api yang merembet itu semakin membesar. Karena jika terlanjur membesar akan semakin sulit dipadamkan, bisa menelan waktu berhari-hari.

"Kalau peralatan semuanya lengkap, termasuk safety. Tapi itu gerakan spontan dan inisiatif di lapangan dengan kondisi mendesak. Jika kita sudah biasa di lokasi kebakaran lahan, pasti mengerti melihat video itu. Jadi jangan diejek atau dibully juga belum tahu sebenarnya terjadi," tandasnya.

Penulis: johanes
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved