Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPC PDI Perjuangan Layangkan Surat ke Polres Dumai

Surat ini perihal laporan terhadap dugaan tindak pidana pencemaran nama baik PDI Perjuangan

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPC PDI Perjuangan Layangkan Surat ke Polres Dumai
Tribun Pekanbaru/ Fernando Sikumbang
Ketua DPC PDI Perjuangan Dumai, Firdaus Zubair memperlihatkan satu lampiran dalam surat laporan ke Mapolres Dumai, Selasa (13/2/2018). Surat ini terkait dugaan pencemaran nama baik PDI Perjuangan di satu akun Facebook. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAIKOTA- Pihak DPC PDI Perjuangan Kota Dumai sudah melayangkan surat kepada Pihak Polres Dumai, Senin (12/2/2018) kemarin. Surat ini perihal laporan terhadap dugaan tindak pidana pencemaran nama baik PDI Perjuangan. Mereka menuntut kebenaran terkait status yang diduga menghina partai berlambang Banteng.

Informasi tribun, akun Facebook atas nama Nandar membagikan kiriman Nova Alifa Andhini di laman Facebook, Sabtu (10/2/2018) kemarin. Ia membagikan kiriman itu sembari menulis "Tolong nih hoak mungkin."

Pada kiriman dari Nova Alifa Andhini tertulis "PDIP..Sudah makin menampakkan diri sebagai Komunis..seperti di negeri komunis adzan di larang Gila." Gambar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudiyatmo berada di tengah kerumunan massa dengan seragam Merah.

Kiriman ini mengundang reaksi dari para kader PDI Perjuangan di Kota Dumai. Mereka pun berencana mempolisikan pemilik akun Facebook tersebut. Mereka lewat surat ini juga melaporkan adanya keterlibatan dua akun Facebook lainnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Dumai, Firdaus Zubair menyebut bahwa dua akun ini diduga punya kaitan dengan akun milik Nandar. "Jadi kami laporkan tiga akun Facebook. Kami layangkan laporan tertulis agar kebenaran terkuak," paparnya, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, gambar pada kiriman akun Facebook milik Nandar tidak ada hubungan dengan keterangan foto tersebut. Tuduhan itu tidak ada hubungan dengan Foto Wali Kota Solo, FX Hadi Rudiyatmo dalam Pilwako Solo tahun 2015 silam. Mereka juga menampik tuduhan dalam keterangan foto pada kiriman itu.

Pria disapa Uber memilih layangkan surat laporan tertulis setelah adanya desakan kader. Mereka pun melalukan pendalaman terhadap dugaan pencemaran nama baik partai. Mereka menulusuri adanya sejumlah status di Facebook yang menyudutkan partai.

Pihak PDI Perjuangan juga melampirkannya dalam laporan tertulis ini. "Kami tak ingin adanya kiriman bernana hinaan itu membuat masyarakat membenci kami. Maka kami serahkan proses lanjutnya di jalur hukum," ujarnya.

Pihak Kepolisian Dumai mengaku PDI Perjuangan belum membuat laporan resmi. Mereka baru menyerahkan surat perihal dugaan pencemaran nama baik terhadap PDI Perjuangan.

"Mereka baru layangkan surat bukan laporan polisi," terang Kasatreskrim Polres Dumai, AKP Awaluddin Syam kepada Tribun terpisah. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help