Hakim Vonis Terdakwa Pungli Rutan Dengan Pidana Berbeda

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis bersalah kepada tiga terdakwa perkara pungutan liar Rutan Sialang Bungkuk

Hakim Vonis Terdakwa Pungli Rutan Dengan Pidana Berbeda
capture
Rutan Sialang Bungkuk 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis bersalah kepada tiga terdakwa perkara pungutan liar Rutan Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ketiga terdakwa, Taufik, Muhammad Kurniawan dan Riko Rizki dinyatakan bersalah melakukan tindak Pidana Tipikor Pungli dengan vonis berbeda. Majelis hakim yang dipimpin Hakim Dahlia Panjaitan menyatakan terdakwa Taufik terbukti melanggar dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Taufik yang merupakan mantan kepala pengamanan Rutan Siaoang Bungkuk divonis penjara selama dua tahun. Selain itu ia juga divonis denda Rp 50 Juta, subsidair satu buoan kurungan.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun, serta denda Rp 50 Juta, Subsidair satu bulan kurungan," ujar Dahlia membacakan putusan.

Untuk dua orang terdakwa lainnya, Muhammad Kurniawan dan Rizki divonis lebih ringan. Keduanya sama-sama divonis penjara, satu tahun enam bulan, serta denda Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan.

Dalam perkara ini, Hakim menilai ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terhadap vonis ini, para terdakwa langsug menyatakan menerimanya. Sementara JPU menyatakan pikir-pikir.

"Kami menilai majelis hakim telah melihat fakta-fakta persidangan dengan adil," ujar kuasa hukum Riko Rizki, Revi Yulianto.

Vonis ini lebih ringan dibanding dengan tuntutan jaksa. Jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya menuntut terdakwa Taufik dengan hukuman 5 setengan tahun penjara. Terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 200 juta subsidair empat bulan kurungan.

Tuntutan untuk terdakwa Muhammad Kurniawan, dan Riko Rizki oleh JPU dituntut bersalah dengan kurungan empat tahun enam bulan, serta denda Rp 200 Juta, subsidair empat bulan kurungan penjara.

Sementara itu, perkara ini diusut oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Pengusutan dilakukan setelah terjadinya kerusuhan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbar, bulan Mei tahun 2017 lalu.

Dari hasil penyelidikan ditemukan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pungutan liar (Pungli) terhadap tahanan di Rutan Sialang Bungkuk. Tahanan mengaku menyetorkan sejumlah uang kepada oknum internal Rutan untuk kepentingan tertentu, termasuk pengajuan pemindahan blok tahanan.

Penyidikan ini dimulai atas instruksi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona Laoly. Ia memerintahkan pengusutan kaburnya ratusan tahanan Rutan karena alasan kemanusiaan. Tahanan dan Napi mengaku diperas dan menerima perlakuan kasar di dalam Rutan.

Atas dasar laporan dan pengakuan penghuni Rutan teraebut, Menteri Yasona memerintahkan proses penyelidikan terhadap internal Rutan, yang akhirnya ditindaklanjuti oleh Ditreskrimsus Polda Riau, dan menetapkan tiga orang tersangka.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help