Jelang Relokasi Pedagang Pasar Teratai, Ini Yang Dilakukan Disperindag Kota Pekanbaru

Upaya ini dilakukan agar pedagang tidak kaget saat nanti diminta untuk pihak ke dalam pasar higenis.

Jelang Relokasi Pedagang Pasar Teratai, Ini Yang Dilakukan Disperindag Kota Pekanbaru
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Pasar higienis di Jalan Teratai Pekanbaru tidak lagi ditempati para pedagang, Senin (9/1/2017). Kurangnya pembeli yang memasuki pasar tersebut membuat para pedagang sulit memutar roda perekonomian dan memilih kembali berdagang di pinggir Jalan Teratai. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru belum bisa memastikan kapan pedagang pasar Teratai akan direlokasi ke pasar higenis. Pihaknya sejauh ini mengaku sudah melakukan upaya persuasif kepada pedagang agar tidak lagi berjualan di pinggir jalan. Upaya ini dilakukan agar pedagang tidak kaget saat nanti diminta untuk pihak ke dalam pasar higenis.

"Selain melakukan upaya persuasif, kita juga sedang melakukan inventarisasi. Karena ada beberapa fasilitas yang perlu kita perbaiki," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Selasa (13/2).

Sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Pekanbaru untuk melakukan penertiban. Sebab untuk merelokasi pedagang tersebut pihaknya tidak bisa melakukan sendirian. Namun harus melibatkan tim yustisi.

"Sekarang memang upaya yang kita lakukan masih persuasif, tapi nanti kalau sudah tiba waktunya direlokasi kita tidak akan berikan tolerasi lagi. Mereka mau tidak mau harus pindah ke dalam pasar," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang pasar teratai mengaku siap untuk dipindahkan. Namun ada beberapa permintaan pedagang yang harus diakomodir oleh Pemko Pekanbaru.

"Kami siap untuk dipindahkan. Tapi harus semuanya. Jangan tebang pilih. Kalau hanya kami aja yang dipindahkan ke dalam, tapi masih ada yang jualan di pinggir jalan, kami tetap akan balik lagi ke pinggir jalan," kata Ahmadi, salah seorang pedagang pasar Tetarai, Senin (29/1).

Selain itu, pedagang juga meminta kepada Pemko Pekanbaru agar merobohkan pagar yang ada di depan pasar tersebut. Sebab keberadaan pasar yang sebelumnya adalah pagar sekolah tersebut sangat menggangu akses jalan masuk. Pagar setinggi lebih kurang 2 meter yang terbuat dari tembok semen masih tampak berdiri kokoh.

"Kalau tembok ini dirobohkan pembeli kan mudah kalau masuk pasar. Tapi kalau tidak dorobohkan, lihat sendirilah, jalan masuknya kan sempit. Makanya orang malas mau berbelanjan di dalam," ujarnya.

Berdasarkan data yang Tribun himpun di Disperindag Kota Pekanbaru, PKL yang berjualan di tiga ruas jalan di sekitar pasar higenis yakni Jalan Teratai, Seroja dan Alamuddinsyah jumlahnya mencapai 400 pedagang. Mereka merupakan pedagang ikan, daging, ayam, sayuran, cabe, dan buah-buahan. Jumlah PKL tersebut dipastikan tidak akan tertampung seluruhnya di pasar higenis yang disiapkan Pemko Pekanbaru. Sebab jumlah kios yang ada di pasar higenis hanya sekitar 150 hingga 160 kios saja.

Bangunan pasar higenis dua lantai yang berada dibagian depan, lantai dasarnya akan digunakan untuk pedagang daging, ikan dan ayam. Sementara untuk lantai duanya, akan digunakan sebagai pusat kuliner atau food court.

"Sedangkan untuk bangunan yang di belakang kita siapkan untuk pedagang sayuran dan bumbu - bumbu makanan serta bawang. Sebahagian ada penjual daging juga disana. Sudah kita siapkan meja khusus untuk tempat pemotongan daging juga sudah disiapkan," kata Ingot.

Seperti diketahui, pasar higenis dulunya adalah bekas bangunan sekolah dasar. Karena sepi, sekolah ini pun disulap menjadi pasar. Pemko menggarkan Rp 2,7 miliar untuk melakukan pembangunan pasar tersebut pada tahun 2016 lalu. Setelah selesai dibangun, pedagang direlokasi ke pasar tersebut. Namun sayang, PKL hanya bertahan beberapa bulan saja di Pasar Higienis. Mereka kemudian kembali berjualan di pinggiran jalan.

Pedagang menilai omzet dagangannya menurun drastis saat berjualan di gedung Pasar Higienis. Hal itu disebabkan banyaknya konsumen enggan bertransaksi di lokasi yang disiapkan pemerintah. Pemko Pekanbaru kembali menganggarkan biaya sebesar Rp1,2 miliar, yang diketahui berasal dari Dana Alokasi Khusus untuk merenovasi pasar tersebut.(*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help