Kepala DPU Meranti Bingung Proyek Drainase Provinsi

Drainase di ruas jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut lebih tinggi dari pada permukaan jalan

Kepala DPU Meranti Bingung Proyek Drainase Provinsi
Tribun Pekanbaru/ Guruh BW
Drainase proyek provinsi di Jalan Pramuka, Kecamatan Tebingtinggi tampak seperti pagar beton. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Herman mengaku bingung memulai pengerjaan hotmix ruas Jalan Pramuka, Kecamatan Tebingtinggi pada tahun 2018 ini.

Sebab, drainase di ruas jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut lebih tinggi dari pada permukaan jalan.

Padahal tahun 2018 ini Pemkab Meranti telah menganggarkan Rp28 miliar untuk mengaspal jalan dan membangun 2 unit box culvert di ruas jalan tersebut.

"Proyek drainase itu kan proyek provinsi pada tahun 2016 lalu, bukan proyek kabupaten," ujar Herman, Selasa (13/2/2018).

Lantaran proyek provinsi, Herman mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

Jika tidak dibongkar, drainase justru akan mengganggu proyek peningkatan jalan.

"Kalau langsung kita hotmix, air hujan tidak akan mengalir ke drainase. Akibatnya air akan mengenang di jalan. Jika itu terjadi, hotmix akan lekas rusak," ujar Herman.

Menurut Herman, ketinggian drainase di ruas Jalan Pramuka mencapai 70 sentimeter dari permukaan jalan.

Sekilas terlihat, drainase tersebut tampak seperti pagar beton.

Jika dibongkar dan disesuaikan dengan permukaan jalan, tentu pihaknya akan mengeluarkan biaya tambahan.

Sementara biaya tersebut tidak dianggarkan dalam tahun 2018 ini.

"Sebab itu saya bingung, apa dibiarkan saja seperti itu atau bagaimana," ujarnya.

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help