Kondisi Turap Ambruk di Kuala Panduk Semakin Parah, Inspektorat Mengaku Sudah Lakukan Audit

Kondisi proyek Tembok Penahan Tebing (TPT) yang roboh di Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti

Kondisi Turap Ambruk di Kuala Panduk Semakin Parah, Inspektorat Mengaku Sudah Lakukan Audit
Tribun Pekanbaru/ Johannes Tanjung
Foto kondisi terkini Turap di Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti yang rubuh dua pekan lalu. Bangun itu rusak setelah satu Bulan selesai dikerjakan 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Kondisi proyek Tembok Penahan Tebing (TPT) yang roboh di Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti semakin parah. Bangunan itu amblas dua pekan lalu setelah satu bulan dibangun.

Hal itu diungkapkan warga Kuala Panduk, Ervan (39) kepada tribunpelalawan.com. Lantai turap yang sebelumnya retak, semakin rusak dan terbelah seiring dengan tanah yang semakin turun. Demikian juga dengan dinding turap penahan air Sungai Kampar. Retakannya semakin memanjang dan diperkirakan akan roboh jika dibiarkan begitu saja.

"Harusnya dari awal diperbaiki. Agar tidak semakin parah. Kalau sudah seperti itu, tak bisa diperbaiki lagi. Musti dibangun kembali dari awal," ungkap Ervan.

Ia menyebutkan, kondisi lantai turap yang semakin hancur membuat warga tidak bisa berjualan lagi saat pasar yang digelar setiap Hari Rabu. Padahal sebelumnya, tempat itu dimanfaatkan untuk pasar bagi pedagang dan masyarakat sekitar.

"Mereka tak berani lagi berjualan disitu. Udah hancur. Pedagang terpaksa pindah ke lokasi yang lama," tandasnya.

Beragam persepsi muncul sebagai penyebab ambruknya proyek yang dibiayai dari Dana Desa itu. Mulai dari pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi hingga adanya faktor alam.

Untuk menelisik proyek yang rubuh itu, tim Inspektorat Kabupaten Pelalawan diturunkan ke lokasi. Tim melakukan audit terhadap proyek yang yang menelan anggaran hingga Rp 300 juta lebih itu.

"Sudah lebih dari tiga kali anggota ke sana melakukan audit," kata Kepala Inspektorat Pelalawan, M Rasyid.

Menurut Rasyid, hasil dari audit ke Desa Kuala Panduk masih dikaji kembali terkait faktor-faktor yang menyebabkan bangunan itu rusak sebelum waktunya.

Tim Inspektorat diturunkan atas permintaan Kepala Desa Kuala Panduk, Tomjon, yang menyurati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan setelah fenomena proyek rusak itu. Kades Tomjon meminta Inspentorat melakukan audit atas pengerjaan turap dan jalan semenisasi tersebut.

Penulis: johanes
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help