Satu Hektar Lahan Terbakar Memasuki Musim Panas Bengkalis

Setidaknya saat ini sudah satu hektar lahan perkebunan warga desa Temeran kecamatan Bengkalis yang hangus terbakar

Satu Hektar Lahan Terbakar Memasuki Musim Panas Bengkalis
Tribun Pekanbaru/ Muhammad Natsir
Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni saat pulang melakukan Pantauan Udara kondisi lahan terbakar di desa Tameran, Selasa (13/2) 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Memasuki cuaca panas ini, kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) mulai terjadi di Bengkalis. Setidaknya saat ini sudah satu hektar lahan perkebunan warga desa Temeran kecamatan Bengkalis yang hangus terbakar sejak tiga hari lalu..

Hal ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni kepada wartawan, Selasa (13/2) Siang usai melakukan pantau udara kondisi kebakaran lahan.

"Sampai hari ini sekitar satu hektar lahan yang terbakar di desa Tameran. Namun sudah bisa dikendalikan, petugas gabungan masih di lapangan melakukan pendinginan," ungkap Abas Basuni.

Terkait adanya kebakaran lahan yang ditemukan ini, pihaknya masih mendalami penyebab lahan tersebut terbakar. Selain itu sudah memasang garis polisi di sekitar lahan terbakar. "Penegakan hukum tetap kita lakukan. Kita masih dalami penyebabnya apakah terbakar atau di bakar," terang Abas Basuni.

"Karena kita bicara harus ada bukti dulu, tidak bisa sebatas dugaan dugaan," tegasnya.

Melihat panas beberapa waktu belakangan ini, Kapolres membeberkan akan melakukan duduk semeja dengan instansi yang terlibat dalam penanganan Karlahut. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat status siaga darurat Karlahut.

"Kita akan duduk dengan intansi yang terlibat di dalamnya untuk mempercepat status siaga darurat, supaya aksinya lebih masif," tambahnya.

Kapolres juga menghimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar saat musim panas seperti sekarang. Sebab perbuatan tersebut bisa merugikan orang lain dan berdampak hukum.

"Kita sudah mulai musim panas, buka lahan jangan dibakar karena itu ada resiko hukumnya. Karena dampaknya sudah pernah kita rasakan. Pemilik kebun juga harus punya kesadaran,"pungkas Abas Basuni.(sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help