Sebut Dayu Dasril Korban Kriminalisasi, Warga Salingka Gunung Talang Ajukan Praperadilan

Bahkan, buntut dari penangkapan tersebut, seratusan masyarakat Salingka Gunung Talang, Selasa (13/2/2018) siang

Sebut Dayu Dasril Korban Kriminalisasi, Warga Salingka Gunung Talang Ajukan Praperadilan
Tribun Pekanbaru/ Riki Suardi
seratusan masyarakat Saligka Gunung Talang, Selasa (13/2/2018) siang 

Laporan Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kasus pengrusakan dan pembakaran satu unit mobil Innova yang ditumpangi oleh karyawan PT Hitay Daya Energi di kawasan Salingka Gunung Talang pada November 2017 lalu, berbuntut panjang pasca-ditangkapnya tiga orang warga Salingka Gunung Talang oleh Polda Sumbar.

Bahkan, buntut dari penangkapan tersebut, seratusan masyarakat Salingka Gunung Talang, Selasa (13/2/2018) siang, mendatangi Pengadilan Negeri Padang untuk mengajukan permohonan praperadilan terhadap Polda Sumbar yang telah menangkap warga mereka.

Sebelum mengajukan praperadilan,l dilakukan, seratusan masyarakat yang mengatasnamakan diri dari Masyarakat Adat Nagari Gunung Talang itu juga melakukan longmarch dari Kantor KomnasHam ke Pengadilan Negeri Padang.

Dalam aksi longmarch tersebut, masyarakat juga memegang selebaran kertas bertuliskan 'Merebut Keadilan Untuk Dayu'. Kemudian di kertas itu, juga terdapat hastag #Kami Bersama Dayu #Hentikan kriminalisasi terhadap masyarakat Salingka Gunung Talang dan #Tolak projeck geothermal Gunung Talang.

Tim Advokasi Masyarakat Adat Gunung Talang, Aulia Rizal mengatakan, pengajuan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Padang ini dilakukan, merupakan bentuk upaya masyarakat untuk mendapatkan keadilan.

"Praperadilan ini sebagai upaya kami, karena salah satu warga salingka Gunung Talang bernama Dayu Dasril yang ditangkap Polda Sumbar diduga kuat merupakan korban kriminalisasi," kata Aylia Rizal kepada tribunpadang.com di Pengadilan Negeri Padang, Selasa siang.

Pihak kepolisian, dalam hal ini Ditreskrimum Polda Sumbar, sebut Aulia, memang tidak menjerat Dayu Dasril dengan pasal pengrusakan, tapi pihak Polda menyangkanya dengan pasal penghasutan.

Menurutnya, sangkaan pihak polda Sumbar sangat ini keliru sekali, karena saat pengrusakan dan pembakaran mobil Toyota Innova yang ditumpangi karyawan PT Hitay Daya Energi itu terjadi, Dayu Dasril tidak berada di lokasi pembakaran.

"Saat kejadian, Dayu berada di warung yang tidak jauh dari lokasi pengrusakan. Dayu mengetahui ada mobil dibakar massa setelah melihat ada kepulan asap. Begitu didatangi, ternyata kepulan asap itu berasal dari mobil yang dibakar massa," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help