TribunPekanbaru/

Baliho Paslon Gubri-Wagubri Masih Bersileweran di Kabupaten Siak

Meskipun sudah 3 hari penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Riau oleh KPU Riau, masing-masing tim masih belum menarik atau mencopot baliho

Baliho Paslon Gubri-Wagubri Masih Bersileweran di Kabupaten Siak
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Baliho raksasa salah satu calon gubernur Riau masih terpasang di medium reklame milik Pemkab Siak, Rabu (14/2/2018). 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Baliho dan spanduk pasangan calon (Paslon) gubernur -wakil gubernur Riau masih bersileweran di pinggir-pinggir jalan di kabupaten Siak, Rabu (14/2/2018).

Meskipun sudah 3 hari penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Riau oleh KPU Riau, masing-masing tim masih belum menarik atau mencopot baliho dan spanduknya.

Di pertigaan Jalan Raja Kecik -Hangtuah, kota Siak Sri Indrapura, tampak banyak sekali baliho pasangan calon. Baliho pasangan nomor 1, Syamsuar-Edy Natar Nasution paling besar. Baru kemudian terlihat baliho Paslon nomor urut 2 dan 3 dengan ukuran lebih kecil.

Tidak hanya itu, informasi yang dihimpun Tribun, baliho tersebut semakin banyak di persimpangan strategis masing-masing kecamatan dan kampung. Kesadaran tim untuk mencopot baliho tidak terlihat, sehingga Panwaslu Siak harus melayangkan surat kepada mereka.

"Banyak sekali baliho dan spanduk Paslon, belum ada tim yang mencopotnya. Maka mereka sudah kita surati agar mereka sendiri yang melakukan pencopotan," kata ketua Panwaslu Siak Muhammad Royani, Rabu (14/2).

Selain telah melayangkan surat, pihaknya juga sudah menelepon masing-masing ketua tim sukses untuk wilayah Siak. Kata Royani, seluruh tim yang ditelepon memberikan respon yang baik dan berjanji untuk mencopot baliho Paslonnya.

"Apakah mereka sudah mencopot atau belum, yang jelas masih banyak kita lihat. Itu di mana-mana ada baliho tidak hanya di kota Siak aja," kata dia.

Royani juga sudah menyurati Satpol PP kabupaten Siak dan Polres Siak. Jika sampai akhir pekan ini belum juga dibersihkan oleh masing-masing tim, terpaksa aparat yang membersihkan.

"Kita himbau tim dulu yang bergerak. Mana tahu baliho itu berguna untuk mereka. Jika tidak diindakan ya kita bersihkan bersama Satpol PP," kata dia.

Royani juga menyebut, semestinya masing-masing tim mencopot balihonya begitu KPU menetapkan pasangan calon. Sebab, masing- masing tim sudah tahu dengan prosedur dan aturan main.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help