Diduga DPO Polda Sumbar, Pengedar Narkotika Ditangkap Satres Narkoba Polresta Pekanbaru

FWP diduga merupakan pengedar narkotika jenis pil ekstasi, sabu-sabu, sekaligus daun ganja kering.

Diduga DPO Polda Sumbar, Pengedar Narkotika Ditangkap Satres Narkoba Polresta Pekanbaru
IST
Barang bukti dari tersangka 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Pria berinisial FWP alias Willy ditangkap petugas dari Aparat Kepolisian dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Pekanbaru, Senin (12/2/2018) dini hari.

FWP diduga merupakan pengedar narkotika jenis pil ekstasi, sabu-sabu, sekaligus daun ganja kering.

Dirinya ditangkap aparat di sebuah pondok yang berada di lahan atau tanah lapang yang terletak di Jalan Beringin, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Deddy Herman melalui Kanit Opsnal II Ipda Safril, Rabu (14/2/2018) menuturkan, penangkapan terhadap FWP bermula dari informasi masyarakat.

Yang memberitahu soal keberadaan pria yang berprofesi sebagai pengedar narkoba.

Di mana FWP juga sudah dicari petugas keberadaannya selama kurang lebih 2 minggu belakangan.

"Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian terhadap FWS sewaktu berhasil kita tangkap, ditemukan barang beberapa plastik yang digunakan untuk membungkus narkotika jenis sabu-sabu," ujar Safril.

Dikatakannya, dari penangkapan itu selanjutnya tim opsnal membawa pelaku ke kediamannya di perumahan di Jalan Beringin.

Dengan disaksikan Ketua RW setempat, petugas pun melakukan penggeledahan di rumah tersebut.

"Dari hasil penggeledahan kita temukan 9 butir pil ekstasi merk Redbull warna merah muda. 2 paket kecil daun ganja kering, 1 paket sabu diduga sisa pakai," ucap Safril.

Dirinya menyebutkan, selain itu pihaknya juga menyita sebuah mobil Avanza hitam dengan plat nomor Sumbar, 2 unit timbangan digital, uang tunai Rp 800 ribu diduga hasil penjualan narkotika, beberapa bungkus plastik, dan 1 unit HP.

Lanjut dia, menurut informasi, pelaku juga merupakan DPO Polda Sumbar. Untuk hal ini masih akan dikoordinasikan lagi.

Safril menambahkan, menurut pengakuan pelaku, ia baru sebulan belakangan mengedarkan narkotika.

"Pelaku dijerat dengan undang-undang narkotika. Ancaman hukuman di atas 9 tahun," tandasnya.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help