Penyidik Komisi ASN Sebut Sedako Pekanbaru M Noer Terancam Langgar Kode Etik

Kedatangan tim ke Pekanbaru juga dalam rangka untuk mengklarifikasi isu yang sudah terlanjur beredar tersebut.

Penyidik Komisi ASN Sebut Sedako Pekanbaru M Noer Terancam Langgar Kode Etik
riausidik
M Noer MBS

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim penyidik dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) masih bekerja untuk mengumpulkan sejumlah data dan dokumen serta mengkonfirmasi sejumlah pihak sebelum menyimpulkan saksi apa yang nantinya akan dijatuhkan kepada Sekdako Pekanbaru.

Saat disinggung terkait saksi yang nanti akan dijatuhkan kepada Sekdako Pekanbaru, Nurhasni menegaskan, jika terbukti terlibat dalam Pilkada 2018 dan dinilai tidak netral, maka pihaknya akan menjatuhkan saksi terhadap pelanggaran kode etik sesuai PP nomor 42 tahun 2014. Sebab saat kejadian berlangsung, belum ada penetapan pasangan calon dari pihak KPU.

"Sanksinya bisa berupa saksi moral, terdiri dari pernyataan secara terbuka atau tertutup. Nanti yang akan yang menjatuhkan saksi itu adalah majelis kode etik. Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa, karena sekarang masih dalam tahap penyelidikan," kata Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Bidang Pengaduan dan Penyelidikan, Nur Hasni usai menggelar pertemuan dengan Bawaslu Riau, Rabu (14/2/2018).

Pada kesempatan tersebut Nur Hasni juga sempat menyinggung terkait klaim sepihak yang dilakukan oleh M Noer beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa dirinya diputuskan tidak bersalah. Kedatangan tim ke Pekanbaru juga dalam rangka untuk mengklarifikasi isu yang sudah terlanjur beredar tersebut.

"Kami hadir kesini sekaligus untuk meluruskan pernyataan yang menyebutkan Sekdako tidak bersalah. Saya tidak tau itu statmenya dari mana, yang jelas dari Komisi ASN belum memutuskan apapun terhadap kasus ini," bebernya.

Seperti diketahui, Tim penyidik dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya datang ke Pekanbaru, Rabu (14/2). Kedatangan Komisi ASN kali ini adalah untuk menindaklanjuti dugaan keterlibatan Sekdako Pekanbaru, M. Noer dalam Pilkada 2018. Rombongan dari Komisi ASN berjumlah sebanyak 7 orang dan dipimpin langsung oleh Asisten Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Bidang Pengaduan dan Penyelidikan, Nurhasni. Selain dari Komisi ASN juga hadir tim dari Mendagri, Kemenpan RB dan BKN.

Rombongan mendatangi Kantor Bawaslu Riau Jalan Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, sekitar pukul 14.00 Wib. Pertemuan antara Bawaslu Riau dengan tim penyidik dari Komisi ASN berlangsung selama lebih kurang dua jam. Pertemuan berlangsung tertutup. Selain komisi ASN dan Bawaslu Riau juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut Panwaslu.

"Iya, kita sengaja datang dari Jakarta ke Pekanbaru untuk melakukan pendalaman terhadap kasus netralitas ASN di Riau. Salah satunya adalah di Sekdako Pekanbaru," Nurhasni usai menggelar pertemuan dengan Bawaslu Riau, Rabu (14/2).

"Sebelumnya kan kami menerima laporan dari Bawaslu Riau, kemudian setelah kami lakukan verifikasi, dan ternyata ada data-data yang masih kurang, untuk itulah kami harus turun ke lapangan," imbuhmya.

Nurhasni, menegaskan, hingga saat ini tim masih bekerja untuk mengumpulkan sejumlah data dan dokumen serta mengkonfirmasi sejumlah pihak sebelum menyimpulkan saksi apa yang nantinya akan dijatuhkan kepada Sekdako Pekanbaru.

Saat disinggung terkait saksi yang nanti akan dijatuhkan kepada Sekdako Pekanbaru, Nurhasni menegaskan, jika terbukti terlibat dalam Pilkada 2018 dan dinilai tidak netral, maka pihaknya akan menjatuhkan saksi terhadap pelanggaran kode etik sesuai PP nomor 42 tahun 2014. Sebab saat kejadian berlangsung, belum ada penetapan pasangan calon dari pihak KPU.

"Sanksinya bisa berupa saksi moral, terdiri dari pernyataan secara terbuka atau tertutup. Nanti yang akan yang menjatuhkan saksi itu adalah majelis kode etik. Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa, karena sekarang masih dalam tahap penyelidikan," katanya.

Pada kesempatan tersebut Nur Hasni juga sempat menyinggung terkait klaim sepihak yang dilakukan oleh M Noer beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa dirinya diputuskan tidak bersalah. Kedatangan tim ke Pekanbaru juga dalam rangka untuk mengklarifikasi isu yang sudah terlanjur beredar tersebut.

"Kami hadir kesini sekaligus untuk meluruskan pernyataan yang menyebutkan Sekdako tidak bersalah. Saya tidak tau itu statmenya dari mana, yang jelas dari Komisi ASN belum memutuskan apapun terhadap kasus ini," bebernya.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help