Advertorial

Pemerataan Pembangunan Lewat Program IKK Pemkab Inhil, Akses Antar Wilayah Lancar Tanpa Hambatan

Bupati Inhil HM Wardan menerapkan program Infrastruktur Ibukota Kecamatan (IKK) sebagai satu diantara program selain program DMIJ

Pemerataan Pembangunan Lewat Program IKK Pemkab Inhil, Akses Antar Wilayah Lancar Tanpa Hambatan
FOTO/KOMINFO INHIL
TINJAU JALAN-Bupati Inhil HM Wardan meninjau pekerjaan infrastruktur Jalan Sungai Beringin - Sungai Luar, akhir tahun 2017 lalu. 

PEMERATAAN pembangunan di kawasan pedesaan dan perkotaan merupakan satu diantara program kerja yang dituangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil).

Oleh karena itu Bupati Inhil HM Wardan menerapkan program Infrastruktur Ibukota Kecamatan (IKK) sebagai satu diantara program selain program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

Program IKK pun saat ini sudah mulai terasa di kalangan masyarakat yang kini dapat menikmati akses jalan antar wilayah kian lancar tanpa hambatan.

Dalam pelaksanaan pembangunan, Bupati Wardan membeberkan, ketersediaan dana anggaran melalui APBD Kabupaten Inhil saat ini, tidak memadai untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan akan pembangunan di 20 kecamatan se-Kabupaten Inhil ini.

“Untuk itu, saya beserta jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, harus terlebih dahulu mencarikan sumber pembiayaan pembangunan lainnya. Misalnya saja, sumber yang berasal dari APBN ataupun APBD Provinsi Riau. Ini juga tidak bisa secara instan kita peroleh," katanya.

Penggunaan APBD Inhil sendiri, sambung Wardan, diupayakan dapat direalisasikan dalam pembangunan yang merata. Satu diantara jalannya, jelas Wardan, melalui program IKK yang berpola pada pemerataan pembangunan ibukota kecamatan di seluruh Inhil.

“Program seperti IKK yang fokus pada pembangunan semua ibukota kecamatan di Inhil. Kalau DMIJ bernilai total sekitar Rp 190 miliar per tahun, IKK rata-rata mencapai Rp1 miliar sampai Rp 2 miliar setiap kecamatan per tahun. Insya Allah program ini akan terus kita pertahankan, sehingga Inhil benar-benar merata majunya,” pungkas Wardan.

Di samping itu, dijelaskan Bupati Wardan, tahapan dalam proses pembangunan, secara periodik, harus lebih dulu dimulai dari kalangan masyarakat pada tataran perdesaan maupun kelurahan hingga sampai ke tingkat kabupaten. Untuk itu, lanjutnya, memerlukan waktu yang tidak sebentar guna merealisasikan cita-cita pembangunan masyarakat.

"Instrumen yang digunakan adalah musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Sebagaimana yang kita kenal pada tingkat desa adalah musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes). Yang mana, dalam implementasinya, penggunaan instrumen ini merupakan satu-satunya jalan untuk mengakomodir aspirasi pembangunan yang berasal dari masyarakat itu sendiri," pungkas Bupati Wardan.

Maka dari itu, Bupati Wardan kembali menegaskan, pembangunan tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat. Terlebih, dengan kapasitas keuangan daerah yang terbatas. Namun, Bupati Wardan tetap optimistis, ke depan, seluruh kawasan se - Kabupaten Inhil akan dapat tersentuh oleh pembangunan yang terus digesa pihak Pemerintah Kabupaten Inhil.

Halaman
123
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved