Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan di Riau, Selama 2018 Sudah 80 Hektare Lahan Terbakar di Inhil

Namun berdasarkan analisanya, Yuspik menilai sedikit sekali faktor alam dalam penyebab kebakaran tersebut.

Kebakaran Hutan di Riau, Selama 2018 Sudah 80 Hektare Lahan Terbakar di Inhil
TRIBUNPEKANBARU.COM/TENGKU MUHAMMAD FADHLI
Petugas BPBD Inhil dan BNPB sedang memadamkan api di Kecamatan Kateman. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com, T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN– Tahun 2018 baru berjalan 2 bulan.

Namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah terjadi di Indragiri Hilir. 

Sekitar 80 hektare lahan telah terbakar di berbagai kecamatan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Kempas Jaya, Keritang, Kuala Gaung, Concong Luar dan beberapa kecamatan lainnya.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Inhil, Yuspik, kebakaran terjadi jauh sebelum ditetapkannya status siaga darurat Karlahut kepada Kabupaten Inhil.

Baca: Ponselnya Tiba-tiba Ditabok Justin Bieber, Kemal Palevi: Salah Gua Apa?

Baca: Polda Riau Selidiki Karhutla di Lahan Milik Perusahaan di Kepulauan Meranti

Baca: Karhutla di Meranti, Humas PT NSP Sebut 50 Ha Lahan Terbakar Bukan Konsesi Produksi

“Dari Januari sampai Februari ini sekitar 80 hektar. Sebelum status siaga, BPBD Inhil juga telah melakukan pemadaman di beberapa kecamatan tersebut,” ungkap Yuspik kepada Tribun Pekanbaru di Tembilahan, Senin (19/2/2018).

Namun Yuspik belum bisa memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut, karena ada pihak yang lebih berwenang untuk melakukan penyelidikan tersebut.

Namun berdasarkan analisanya, Yuspik menilai sedikit sekali faktor alam dalam penyebab kebakaran tersebut.

“Nah itulah, BPBD tidak bisa sampai kesana (penyebab kebakaran). Mungkin faktor alam, tapi sangat sedikit, mungkin faktor kesengajaan, kita tidak bisa memastikan, BPBD tidak bisa menduga, yang jelas bila ada laporan dari warga, Camat, desa serta berdasarkan pantauan hotspot di Posko, maka kami datang dan padamkan,” tuturnya.

Status siaga sendiri, dijelaskaan Yuspik, mulai diberlakukan di Kabupaten Inhil pada tanggal 7 Februari 2018, setelah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) membahas asap dan Karlahut yang diikuti oleh Forkompinda Inhil di Istana Negara bersama Presiden Joko Widodo.

“Status yang kita pahami, mengingat cuaca yang panas. Tapi status Siaga dan tidak siaga pun BPBD Inhil tetap berjaga 24 jam serta siap turun,” pungkasnya.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help