BRG Sebut Tahun Ini Restorasi Gambut di Riau 170 ribu Hektar

Kebakaran terhebat yang terjadi awal tahun 2018 ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

BRG Sebut Tahun Ini Restorasi Gambut di Riau 170 ribu Hektar
TribunPekanbaru/TheoRizky
Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Senin (29/8/2016). Dalam pemadaman tersebut, seluruh Helikopter Water Bombing yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dikerahkan, termasuk air tractor. Kendala yang masih ditemui petugas di lokasi adalah kurangnya sumber air untuk memadamkan api. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Dikatakan belum maksimal kerja Gambut (BRG)'>Badan Restorasi Gambut (BRG) di Riau khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti tidak dibantah Kepala BRG Nazir Fuad. Sehingga tahun ini kegiatan Restorasi Gambut di Kabupaten Meranti BRG akan jalankan bersama Pemprov.

Kebakaran terhebat yang terjadi awal tahun 2018 ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Padahal Meranti merupakan pilot project dari Gambut (BRG)'>Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pemulihan ekosistem gambut disana. Tujuannya sendiri untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan yang terus terjadi di Meranti.

Untuk Riau sendiri BRG memiliki target pemulihan kawasan gambut seluas 900 ribu hektar dari target nasional 2 juta hektar. Termasuk terluas berada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Badan Restorasi Gambut RI Nazir Fuad mengatakan memang progres pembangunan sehat kanal dan restorasi gambut belum tuntas di Meranti.

Menurut Nazir Fuad dari hasil pantauan BRG memang titik api yang muncul di Meranti terpantau di kawasan lahan yang belum diintervensi BRG di lapangan.

"Dari pantauan kami, titik api yang muncul cenderung di areal yang memang belum kami intervensi dengan bangunan infrastruktur pembatasan,"jelasnya.

Saat ditanya sudah berapa luas kawasan gambut yang sudah direstorasi menurut Nazir Fuad saat ini di Indonesia sudah mencapai 200 ribu hektar lebih yang tersebar dibeberapa Provinsi.

"Kalau tidak salah, luas yang sudah kami intervensi di Riau itu sekitar 27 ribu hektar. Luas kerusakan gambut di Riau tentu jauh di atas angka itu, "ujarnya.

Untuk tahun 2018 ini BRG akan bersama Pemerintah Provinsi Riau melakukan restorasi Gambut di Meranti dan ditargetkan seluas 170 ribu hektar lahan yang akan dilakukan pemulihan dan Perlindungan.

"Restorasi tahun lalu sekitar 27 ribu hektar, dan untuk tahun ini kita targetkan 170 ribu hektar. Tahun ini pelaksanaan restorasi akan langsung bersama Pemprov, dan diyakini akan lebih efektif, "ujarnya.

Akhir tahun lalu, Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut, Haris Gunawan mengatakan saat ini Gambut (BRG)'>Badan Restorasi Gambut (BRG) sudah menghabiskan anggaran Rp200 Miliar untuk merestorasi gambut di Indonesia. Riau menjadi objek restorasi Gambut terluas.

"Dianggarkan Rp450 Miliar dan sudah habis sekitar Rp200 Miliar, untuk seluruh Indonesia. Riau memiliki lahan gambut terluas untuk direstorasi,"ujar Haris Gunawan kepada Tribun.(*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help