Trans Celebes Bicycle Touring

Pesepada Gaek Ini Jajal Tanjakan Sejauh 30 Km di Toraja dalam Trans Celebes Bicycle Touring

Tanjakan sejauh 30 km tanpa jeda cukup menguras tenaga hingga sampai di puncaknya batas Kabupaten Toraja Utara dengan Kabupaten Palopo

Pesepada Gaek Ini Jajal Tanjakan Sejauh 30 Km di Toraja dalam Trans Celebes Bicycle Touring
Foto/Tasman Jen
Tasman Jen (60), bersama Syaiful (56), Bambang Trave (53) dan Widodo (53), berfoto bersama di depan sebuah tugu dalam Trans Celebes Bicycle Touring. 

Setelah sukses dengan Tour de Borneo atau Borneo Long Distance Cycling, Tasman Jen (60), personel Trio Lisoi bersama Syaiful (56), Bambang Trave (53) dan Widodo (53), memulai Trans Celebes Bicycle Touring. Empat pesepeda ini akan blusukan di pulau Sulawesi dengan bersepeda sekitar 1.800 Km. Berikut catatan perjalanannya yang dituliskan secara bersambung oleh Tasman Jen untuk pembaca Tribun Pekanbaru.

PADA 28 Januari 2018 pagi, sepeda kami kayuh lagi keluar kota Rantaipao. Jalan masih datar 10 km. Di luar kota terlihat gugusan bukit dan jalan mulai menanjak. Kiri dan kanan pohon pinus sehingga udara yang panas sedikit teredam oleh semilir hembusan angin.

Lebar jalan yang kecil sekitar 4 meter hanya cukup untuk satu mobil sehingga kendaraan yang akan mendahului kami agak kesulitan dan lama menunggu kesempatan yang aman. Apalagi kalau ada mobil dari arah berlawanan.

Baca: Kayuh Sepeda Melintasi Tanjakan-tanjakan Gila Menuju Toraja

Tanjakan sejauh 30 km tanpa jeda cukup menguras tenaga hingga sampai di puncaknya batas Kabupaten Toraja Utara dengan Kabupaten Palopo kami istirahat memulihkan tenaga. Memasuki kecamatan Battang kabupaten Palopo terasa nyaman sekali karena penurunan sejauh 30 km sampai Desa Battang. Tidak perlu dayung sepeda hanya mengontrol kecepatan dengan rem hingga tangan terasa pegal juga.

Kalau dibiarkan lepas hingga sampai 60km/jam tapi resikonya tinggi sekali sewaktu di tikungan. Aku jalan lebih santai sambil mengamati banyaknya pohon durian di hutan pinggir jalan, sensasi yang sudah lama tidak kita temui sejak diubahnya hutan hutan di Sumatra menjadi kebon kebon sawit.

Jam 12.30, kami sampai di desa Battang lalu berhenti di masjid al jihad untuk sholat Jumat disitu. Di siang yang terik selesai sholat jumat perjalanan dimulai lagi dengan tanjakan sejauh 3 km. Baju yang sudah sempat kering sekarang basah oleh keringat lagi hingga kemudian ketemu jalan datar sampai ke gerbang kota Palopo, kami langsung mengarah ke jalan poros Palopo-Poso.

Jam 5 sore kami berhenti di masjid Al muhajirin di desa Lalong Cepkar, hari ini total perjalanan 90 km.

Baca: JANGAN PANIK Bila Gagal Registrasi dan Daftar Ulang Kartu SIM Prabayar, Ada Solusi dan Triknya  

Pak Imam masjid Almuhajirin Haji Kintasaraapang usia 84 tahun berdarah Toraja sungguh ramah. Malam selesai sholat Isya kami diajak ke tempat tahlilan warga. Aku coba menolak dengan alasan ingin istirahat saja di Masjid. Tapi beliau pingin sekali kami ikut dan katanya doa Musyafir mustajab jadi dia tetap ingin membawa kami.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help