Kuatir Tak Datang Rapat, Komisi II DPRD Pelalawan Pilih Sidak ke Limbah PT MAS

Komisi II DPRD Pelalawan memilih sidak ke PT MAS terkait dugaan pencemaran limbah perusahaan.

Kuatir Tak Datang Rapat, Komisi II DPRD Pelalawan Pilih Sidak ke Limbah PT MAS
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan memilih untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke PT Mitra Andalan Sawit (MAS) terkait dugaan pencemaran limbah perusahaan. Sidak direncanakan pada pekan depan.

"Kita akan turun langsung ke lapangan. Kunjungan seperti itu, ibaratnya Sidaklah, akan lebih tepat sasaran," tutur Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan, Baharuddin, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (8/3/2018).

Baharuddin menyatakan, sidak pekan depan Komisi II juga akan mengajak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke lokasi pengolahan limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) perusahaan itu.

Limbah cair yang dihasilkan PMKS PT MAS akan ditelisik sistem pengelolaan dan penanganannya sebelum dibuang ke Sungai Kerumutan.

Pabrik milik PT MAS sangat dengan dengan sungai yang terletak di Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan itu.

Kunjungan dewan beserta instansi terkait sekaligus memeriksa kelengkapan perizinan yang dimiliki perusahaan, khususnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Termasuk standar baku mutu limbah yang disalurkan ke sungai setelah diolah di kolam penampungan.

"Kita mau cek semua izin-izinnya bagaimana. Termasuk itu, limbah yang dibuang ke sungai apakah sudah aman dan tidak berdampak buruk?," tandasnya.

Komisi II DPRD lebih memilih Sidak ke lapangan dibanding memanggil PT MAS dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dewan kuatir pihak perusahaan tidak menghadiri rapat dengan berbagai alasan.

Berkaca dari RDP yang digelar Komisi I DPRD bersama PT MAS dua hari yang lalu gagal. Lantaran perusahaan tidak datang dan mengirimkan surat penundaan.

Sidak limbah PT MAS ini berawal dari fenomenan ratusan ikan mati di Sungai Kerumutan Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan dua pekan lalu.

Dalam rentang empat hari, fenomena ikan mati mendadak itu terjadi dua kali tanpa diketahui penyebabnya.

Masyarakat menduga akibat pencemaran limbah dari pabrik PT MAS.

Sebab kejadian itu sudah terulang berkali-kali dalam satu tahun terakhir. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help