Ada Sprindik Baru Kasus Korupsi Cetak Sawah Pelalawan, Jaksa Bidik Pejabat Terkait

Penyidikan baru terhadap kasus lama ini didasar beberapa fakta di persidangan saat tersangka Kaharuddin dan Jumaling diperiksa.

Ada Sprindik Baru Kasus Korupsi Cetak Sawah Pelalawan, Jaksa Bidik Pejabat Terkait
Istimewa
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pelalawan Lasargi Marel. 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kembali menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang baru atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek cetak sawah Dinas Pertanian (Distan) tahun 2012.

"Bu kajari sudah menandatangani sprindiknya. Kita akan mulai penyelidikan baru dalam kasus cetak sawah," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Lasargi Marel, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (9/3/2018).

Lasargi Marel mengungkapkan, penyidikan baru terhadap kasus lama ini didasar beberapa fakta di persidangan saat tersangka Kaharuddin dan Jumaling diperiksa.

Baca: Kabar Gembira Buat Pencaker, Disnaker Pekanbaru Adakan Pelatihan Keterampilan, Baca Syaratnya

Termasuk keterangan dari beberapa saksi yang dihadirkan di depan majelis hakim.

Kesaksian terdakwa dan saksi mengarah kepada oknum lain yang diduga bertanggungjawab atas proyek gagal tersebut.

Bahkan lebih spesifik mengarah ke pejabat terkait di Distan Pelalawan yang mengetahui perjalanan proyek senilai Rp 1 Miliar tersebut.

Pejabat maupun pegawai dari Distan selama ini hanya dipanggi dan diperiksa sebagai saksi saja. Namun belum ada yang jadi tersangka hingg diseret ke kursi pesakitan.

Sebab terdakwa Jumaling dan Kaharuddin merupakan pihak swasta yang berperan sebagai ketua Kelompok Tani (Poktan) serta perantara (broker) kepada kontraktor pelaksana.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved