Tembilahan

Perusahaan di Inhil Mengaku Rugi Miliaran Rupiah, Ini Masalahnya

Merasa dirugikan setelah barang yang disuplainya tidak kunjung dibayar, Haizulkifli (52) menggugat rekan kerjanya PT. Kholil & Brothers

Perusahaan di Inhil  Mengaku Rugi Miliaran Rupiah, Ini Masalahnya
fadhli
Kuasa hukum Haizulkifli, Sarwo Saddam Matondang,SH.MH & Rekannya Yudhia Perdana Sikumbang,SH,CP, memberikan keterangan persnya, Jum'at (9/3/2018) T. Muhammad Fadhli 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN COM, TEMBILAHAN – Merasa dirugikan setelah barang yang disuplainya tidak kunjung dibayar, Haizulkifli (52) menggugat rekan kerjanya PT. Kholil & Brothers ke Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Jum’at (9/3/2018).

Melalui Kuasa hukumnya Sarwo Saddam Matondang, SH.MH & Rekannya Yudhia Perdana Sikumbang,SH,CP, Haizulkifli selaku penyedia material untuk kegiatan pengerjaan proyek jalan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini, resmi mendaftarkan gugatan ke PN Tembilahan dengan Nomor 3/PDT.G/2018/PN-TBH.

Baca: Cek Kiriman Ortu, Mahasiswi Ini Kaget Saldonya Hilang Rp19 Juta, Nggak Nyangka Pelakunya. . .

Baca: Begini Perjuangan Pemprov Riau Agar Masyarakat Bisa Nikmati Premium

“Hari ini kita sudah melakukan pendaftaran gugatan ke PN Tembilahan. Jadi kita tinggal menunggu waktu sidangnya aja lagi,” ujar Sarwo Saddam Matondang mewakili Haizulkifli kepada Tribun Pekanbaru.

Sarwo menjelaskan, adapun latar belakang gugatan tersebut adalah wanprestasi yang dilakukan oleh pihak pelaksana dari perusahaan asal Bengkalis itu.

Para pihak yang digugat yaitu direktur utama bernama Yeni Kurnia, Rengga Tenggono Putra selaku mantan direktur dan Abdul Aziz warga air molek selaku pemesan material ke Haizulkipli, tidak membayar tagihan materialnya setelah pekerjaan selesai, yaitu menyuplai bahan material proyek paket 4 peningkatan jalan di Teluk Pinang – Teluk Pantaian, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Inhil.

Baca: 6 kali Beraksi, Dua Kali Gagal, Satu dari Komplotan Jambret Berakhir Begini

“Ini perusahaan gak benar, klien kita yang sudah mendukung proyeknya seharusnya menghargai kontribusi yang dilakukan oleh klien kita yang sudah memasok seluruh material ke pekerjaan itu. Jangan sudah terima duit mereka tutup mata. Akibatnya klien kita merugi milyaran rupiah kurang lebih sebesar Rp. 4.65 Milyar,” ujar pria yang akrab disapa Bowo tersebut.

Lebih lanjut ia menambahkan, awalnya pihak perusahaan dengan Haizulkipli sudah ada kesepakatan.

Dimana perusahaan akan membayar secara bertahap sesuai termin yang ditentukan dan disepakati bersama Dinas PU Inhil yakni 27 Desember 2017 lalu.

Baca: Nelayan Naiki Motor Tracker, Bawa Tas Berisi Bungkusan Merah Jambu, Ini yang Dilakukannya

Namun nyatanya setelah pekerja selesai, tergugat tidak mengindahkan kesepakatan dan mereka terkesan saling melempar bola dan berkelit untuk membayar kewajibannya.

“Harapan saya ini menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya bagi pihak yang ingin menyuplai barang ke proyek. Harus ada uang ada barang. Kalau gak begini akibatnya,” pungkasnya.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help