Harimau Serang warga

Warga Teluk Meranti yang Tewas Diterkam Harimau di Inhil Ternyata Adik Anggota DPRD Pelalawan Ini

Nazaruddin memperingatkan instansi terkait bertindak cepat agar konflik manusia dengan harimau ini tidak terulang lagi.

Warga Teluk Meranti yang Tewas Diterkam Harimau di Inhil Ternyata Adik Anggota DPRD Pelalawan Ini
Tribun Pekanbaru/Johanes
Yusri Efendi (kanan) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan tewas diterkam harimau di di Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten. Jenazah disemayamkan (kiri) di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK MERANTI - Yusri Efendi (34) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan yang tewas diterkam harimau, Sabtu (10/3/2018) di Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir sekitar pukul 19.00 wib, ternyata adik anggota DPRD Pelalawan Nurul Hadi yang akrab disapa Adi Bono.

Baca: Tengkuk Yusri Diterkam Harimau Saat Ditemukan Tewas, Ini Dia Kronologisnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh tribunpelalawan.com dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan Daerah Pemilihan (Dapil) Teluk Meranti, Nazaruddin Arnazh, menyatakan korban Yusri merupakan adik dari anggota DPRD Pelalawan Nurul Hadi atau kerap dikenal dengan panggilan Adi Bono.

"Adik satu ayah tapi lain ibu. Jenazah korban sudah dibawa ke Pulau Muda dan disemayamkan di ruma duka. Kemungkinan besar akan dikebumikan menjelang siang ini," ungkap Politisi PAN Pelalawan ini.

Dijelaskannya, sejak mendapat informasi Yusri tewas diterkam harimau, ia berupaya menghubungi Adi Bono.

Namun politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tak bisa dihubungi.

Ponsel anggota Komisi II DPRD itu tidak kunjung aktif.

Baca: Bangun Sarang Walet di Pelangiran, Warga Pelalawan Tewas Diterkam Harimau

Nazaruddin memperingatkan instansi terkait bertindak serius dan menangani permasalahan ini dengan cepat.

Agar konflik manusia dengan harimau ini tidak terulang lagi.

Pasalnya dua bulan lalu, karyawan PT Tabungan Haji Indo Plantation juga bernasib serupa.

Pekerja wanita itu tewas di tangan si raja hutan itu dengan kondisi mengenaskan.

Baca: KM Flora Jaya GT 84 Bawa 325 Bal Pakaian Bekas di Perairan Dumai. Siapa Pemiliknya?

"Jangan sampai ada korban selanjutnya. Tolonglah ini ditangani secepatnya. Masyarakat semakin ketakutan jadinya," tandas anggota Komisi I DPRD Pelalawan ini. (*)

Penulis: johanes
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help