Selat Panjang

Pemkab Meranti Berharap Ada Industri Hilir Buah Kelapa

Tidak adanya industri hilir pengolahan kelapa di Meranti membuat para petani masih mengekspor kelapa

Pemkab Meranti Berharap Ada Industri  Hilir Buah Kelapa
tribunpekanbaru/muhammadfadhli
Masyarakat Desa Tekulai Hulu, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Inhil tengah beraktifitas di kebun kelapanya 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG-Tidak adanya industri hilir pengolahan kelapa di Meranti membuat para petani masih mengekspor kelapa bulat ke Malaysia.

Per tahunnya kelapa bulat yang dikirim ke Malaysia oleh para petani di Meranti mencapai 27.500 ton.

Baca: MENCEKAM, Terdengar Teriakan Pekerja Saat Harimau Menerkam, 15 Menit Kemudian Jasad Yusri Ditemukan

Baca: Pernyataan Tegas Kapolda Riau Terkait Dugaan Pemerasan Oknum Polisi

Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat setiap tahunnya seiring dengan program Pemkab Kepulauan Meranti mengembangkan perkebunan kelapa seluas 800 hektare di Pulau Rangsang pada tahun 2017 lalu.

Jika adanya industri hilir pengolahan kelapa, tidak menutup kemungkinan Meranti akan mengekspor tepung kelapa atau santan bubuk ke negara tetangga, Malaysia.

Baca: Dewan Sebut Ada Mark Up Sewa Kantor BRK di Jakarta, Pemprov Riau: Kita Tanya Dirutnya

"Saat ini para petani menjual hasil panennya ke Malaysia dalam bentuk kelapa bulat. Jika ada industri hilirnya, tidak menutup kemungkinan Meranti bisa mengekspor tepung kelapa atau santan bubuk ke Malaysia," ujar Irwan Nasir, Minggu (11/3/2018).

Dijelaskannya, industri hilir kelapa di Meranti akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani kelapa.

Baca: Kejati Tidak Bisa Percayai Keterangan Terdakwa Dugaan Tipikor Bapenda Riau Karena Tanpa Alat Bukti

Sebab, para petani bisa langsung menjual hasil panennya ke pabrik tanpa harus melalui tengkulak.

"Saat ini kan para petani kelapa menjual hasil panennya ke Malaysia melalui tengkulak. Harganya juga sering dipermainkan oleh para tengkulak, terkadang Rp1.400, bahkan sampai Rp1.200 per kilogramnya," ujar Irwan.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help