Komunitas di Meranti Akan Gelar Rangsang Island Internasional Abrasi Musik Festival

Sejumlah komunitas di Kabupaten Kepulauan Menteri akan menggelar Rangsang Island Internasional Abrasi Musik Festival

Komunitas di Meranti Akan Gelar Rangsang Island Internasional Abrasi Musik Festival
guruh
Warga Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat membuat penahan pantai seadanya menggunakan kayu bakau 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Sejumlah komunitas di Kabupaten Kepulauan Meranti  akan menggelar Rangsang Island Internasional Abrasi Musik Festival.

Festival yang digelar pada 26 April mendatang ini sebagai bentuk kepedulian pegiat seni terhadap bencana abrasi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya Pulau Rangsang.

Baca: TERUNGKAP, Sopir Ugal-ugalan, Tabrak Satu Keluarga, Salah satunya Nenek, Jasadnya Ditemukan Disini

Baca: Tabrak Satu Keluarga, Sopir Kabur Hingga 15 Kilometer, Kaget, Dalam Bak Mobil Ada Jasad Korban

"Festival ini akan digelar di Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat," ujar Penggagas Rangsang Island Internasional Abrasi Musik Festival, Sopandi, Selasa (13/3/2018).

Sopandi mengatakan, dalam festival tersebut bertujuan untuk mengkampanyekan kondisi abrasi di Meranti.

Menurut Sopandi, kondisi abrasi yang saat ini melanda Pulau Rangsang sudah sangat memprihatinkan.

Sehingga perlu upaya nyata dari seluruh pihak untuk menyelamatkan pulau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka tersebut.

Baca: Pengamat: Masalah Korupsi di Riau Harus Jadi Catatan

"Tema kegiatan ini adalah, selamatkan pulau terluar Indonesia. Kegiatan musik akan kita gelar pada siang harinya di tepi laut Dusun Demba, Desa anak Setatah‎. Atau berlatar belakang kondisi abrasi Selat Malaka," ujar Sopandi.

Menurut Sopandi, selain Sanggar Bathin Galang, festival tersebut juga akan didukung oleh komunitas lainnya di Meranti. Komunitas seni tersebut adalah  Kantong Plastik asal Meranti, Sanggar Kepurun, Sanggar Zapin.

Baca: DPRD Riau Akan Bicarakan Kemungkinan BUMD Kelola Blok Rokan

Selain komunitas lokal, ia juga melibatkan komunitas seni dari luar daerah, seperti Agus S Salam and the gang dari Dumai dan Punca Sebunyi dari Pekanbaru.

"Kami juga melibatkan Dewan Kesenian Meranti dan pegiat lingkungan dari Kelompok Tegas untuk mengkampanyekan peduli abrasi di Meranti," ujar Sopandi.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help