Pilpres 2019

Belajar dari Kekalahan Ahok, Jokowi Perlu Cawapres Tokoh Islam

Jokowi juga dituduh komunis. Menurut dia, dari berbagai hal tersebut, figur cawapres Jokowi pada pilpres 2019 haruslah figur yang bisa menjawab

Belajar dari Kekalahan Ahok, Jokowi Perlu Cawapres Tokoh Islam
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahan ketika ditanya sejumlah wartawan terkait kasus dugaan pencatutan namanya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham Freeport, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden Joko Widodo menegaskan tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa mempermainkan kewibawaan lembaga negara karena hal ini menyangkut soal kepatutan, kepantasan dan moralitas. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Abdul Kadir Karding menilai, Presiden Joko Widodo perlu memilih cawapres 2019 dari kalangan tokoh Islam yang kuat.

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, hal itu penting dilakukan karena Jokowi kerap kali mendapatkan serangan politik dengan isu agama pasca pilkada DKI Jakarta 2017 yang menumbangkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Faktanya Pak Jokowi diserang dengan isu-isu agama," ujarnya dalam acara diskusi Para Syndicate, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

 
Pada Pilkada DKI 2017 pula, muncul momentum politik identitas. Menurut Abdul, kelompok tersebut menamakan dirinya kelompok 212 dan sebagainya.

Selain itu, Jokowi juga diserang dengan berbagai isu lainnya misalnya yang kerap disampaikan Jokowi sendiri yakni isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan, Jokowi juga dituduh komunis.

Menurut dia, dari berbagai hal tersebut, figur cawapres Jokowi pada pilpres 2019 haruslah figur yang bisa menjawab berbagai isu-isu tersebut sehingga tidak menjadi liar.

Berdasarkan pengalaman 2014, tutur dia, saat muncul majalah obor dengan berbagai tulisan yang menyudutkan Jokowi, sulit memadamkan sentimen negatif yang tumbuh di masyarakat, terutama di Jawa Timur.

"Saya waktu itu mendampingi Pak JK kampanye di Jawa Timur, pusing kita isu berbau agama, isu berbau kominis dan sebagainya," kata dia.

Untungnya, klaim Abdul, ada NU dan PKB, sehingga suara Jokowi pada pilpres 2014 lalu aman di Jawa Timur.

Hal serupa sulit diwujudkan di Jawa Barat. Saat itu dalam perolehan suara di pilpres 2014, Jokowi kalah oleh Prabowo di tanah pasundan tersebut.

"Maaf, kalau misalnya Jawa Timur hilang, tidak mendukung Pak Jokowi secara umum, belum tentu Pak Jokowi menang," ucap Abdul.

Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga untuk pilpres 2019. Oleh karena itu kata dia, Jokowi harus memilih tokoh Islam yang tidak hanya punya elektabilitas, namun juga punya masa.

PKB sendiri belum mengumumkan nama cawapres 2019, namun Abdul tak malu-malu lagi mengatakan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, adalah tokoh yang patut disodorkan kepada Jokowi sebagai cawapres.(Yoga Sukmana)

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help