Pondok Bakso dan Mie Ayam 313,  Keunikan Dalam Pemilihan Nama

Namun, siapa menyangka jika pilihannya untuk berjualan bakso 15 tahun lalu kini sudah berbuah manis.

Pondok Bakso dan Mie Ayam 313,  Keunikan Dalam Pemilihan Nama
Tribupekanbaru/syahrul
Joko bersama istrinya berfoto bersama di muka Pondok Bakso dan Mie Ayam 313 miliknya di bilangan Pemudi 222 Kota Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Joko Warseno (42) sampai ke Pekanbaru pada 1993.

Saat itu, pilihan usaha baginya adalah berjualan jajanan anak dengan mengikut pada pedagang lainnya.

Namun, siapa menyangka jika pilihannya untuk berjualan bakso 15 tahun lalu kini sudah berbuah manis.

"Dulu merantau ke Pekanbaru itu ikut orang jualan. Tapi, 15 tahun lalu saya memilih berjualan bakso dan bertahan sampai sekarang," terangnya.

Baca: Umpan Dimakan, Tim Akan Naikkan Dosis Bius Untuk Melumpuhkan Harimau Bonita

Baca: Balai PPIKHL Gelar Patroli Terpadu Pengendalian Karhutla di Riau, Amankan Asian Games

Baca: Babak Top 5, Ghea Tersingkir dari Panggung Indonesia Idol 2018

Pemilik Pondok Bakso dan Mie Ayam 313 ini mengaku, saat ini dia sudah memiliki tiga cabang warung bakso yang tersebar di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.

"Alhamdulillah, dulu saya mulai dari warung semi permanen. Sekarang sudah bisa punya tiga warung, di Jalan Riau Ujung, Jalan Fajar Labuh Baru dan Jalan Pemudi 222 Pekanbaru," paparnya.

Ada yang unik dalam pemilihan nama Pondok Bakso dan Mie Ayam 313 miliknya.

Konon, angka 313 tersebut mengacu pada jumlah tentara Islam saat bertempur dalam Perang Badar.

"Sejak membaca kisah tersebut, saya merasa terinspirasi dengan angka 313. Saya berharap, ada kejayaan yang juga bisa saya rasakan bersama dengan nama tersebut nantinya," tutup lelaki berkacamata ini.(*)

Penulis: Syahrul
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help