TribunPekanbaru/

Buka Warung Bakso Pertama Kali Tahun 1990 

Menunya sederhana, hanya menyediakan bakso kuah, mie ayam dan mie pangsit saja.

Buka Warung Bakso Pertama Kali Tahun 1990 
Tribupekanbaru/syahrul
Sutarno berfoto bersama dengan pengurus Pamor di depan warung bakso Mawar miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Hambali

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Bagi sesama pedagang bakso di Kota Pekanbaru, Sutarno (51) termasuk sepuh diantara para pedagang.

Dia bercerita, mulai membuka warung bakso pertamanya di Bangkinang pada 1990.

Pada tahun yang sama pula, dia memutuskan membuka usaha bakso di Kota Pekanbaru.

Hingga kini, warung bakso dengan merk Warung Bakso Mawar miliknya sudah memiliki tiga cabang.

Di Jalan Rindang, Palas dan Limbungan Ujung.

Baca: 12 Tahun Berjualan, Mie Ayam Paling Banyak Dicari di Warung Bakso Sidomuncul

Baca: Bakso Malang Jadi Ciri Khas Warung Bakso Urat Bukit Barisan.

"Saya masuk ke Pekanbaru itu pada 1988. Awalnya saya berjualan batik titipan dari pedagang lain di Jawa," ungkapnya.

Dia bercerita, warung baksonya di Limbungan sudah dibuka sejak 2010.

Menunya sederhana, hanya menyediakan bakso kuah, mie ayam dan mie pangsit saja.

Menurut Sutarno, berjualan bakso itu menyenangkan.

Karena, penghasilannya lebih terlihat daripada usaha lainnya.

"Jualan bakso itu enak. Karena uangnya 'dingin'. Maksudnya keuntungannya terlihat dan lebih riil setiap hari," terangnya.

Saat ini, Sutarno lebih sering berada di Limbungan Ujung. Maklum, warung baksonya disana letaknya tak jauh dari rumah tinggalnya disana.

"Kalau sekarang lebih sering disini, kebetulan rumah saya juga gak jauh," pungkasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help