Mahasiswa Lee Kuan Yew of Public Policy Singapore Puji Batik Bono

"Lewat kunjungan ini kami bisa menjelaskan apa yang telah dilakukan perusahaan untuk masyarakat dan juga bisa mempromosikan batik bono," kata Gading

Mahasiswa Lee Kuan Yew of Public Policy Singapore Puji Batik Bono
Foto/Istimewa
Mahasiswa pascasarjana Lee Kuan Yew of Public Policy (LKYSPP) sedang melihat koleksi batik RBA CD RAPP. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Belasan mahasiswa pascasarjana dari Lee Kuan Yew of Public Policy (LKYSPP) antusias dengan program-program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) diantaranya Integrated Farming System (IFS) dan pemberdayaan ibu-ibu menjadi pembatik sekitar daerah operasional perusahaan.

Mahasiswa pascasarjana jurusan kebijakan publik, Rani Samtani mengatakan program-program yang dimiliki oleh CD RAPP sangat bagus. Sebab, program tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Seperti program Integrated Farming system, dimana program ini memberikan pembinaan kepada masyarakat lokal untuk mengelola lahan miliknya untuk menghasilkan komoditi. Ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Saat mengunjungi Rumah Batik Andalan (RBA) binaan CD RAPP, Rani mengatakan batik yang dibuat oleh ibu-ibu di Rumah Batik Andalan (RBA) binaan CD RAPP motifnya sangat cantik. Pebatik kreatif dengan menuangkan ide mereka diatas kain batik dan menggambar sendiri motifnya.

"Saya senang melihat-lihat batik yang ada di RBA. Warnanya cerah dan memang khas melayu," katanya.

Regional Coordinator CD RAPP, Gading Sahyoga mengatakan program Community Development melalui penerapan konsep 3P yaitu Planet, People, Profit. Peran Community Development (CD) bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera, maju serta terciptanya harmonisasi masyarakat di area konsesi perusahaan.

Dalam program pemberdayaan masyarakat dilakukan program pengembangan usaha mikro dan menengah (UMKM ) melalui pengembangan usaha masyarakat yang bersifat kemitraan (in-line) maupun kewirausahaan (off-line).

"Kami berusaha komit untuk membantu masyarakat. Lewat kunjungan ini kami bisa menjelaskan apa yang telah dilakukan perusahaan untuk masyarakat dan juga bisa mempromosikan batik bono ke mereka," pungkasnya. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help