Adopsi Nama Warung Bakso Terkenal di Purwodadi

Konon, nama Bakso Mantep diambil dari nama warung bakso paling terkenal di kampungnya di Purwodadi sana.

Adopsi Nama Warung Bakso Terkenal di Purwodadi
Tribupekanbaru/syahrul
Sofii berfoto bersama dengan pengurus Pamor di depan warung bakso Mantep miliknya di Jalan Kaharuddin Nasution Kota Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Siapa menyangka, jika nasib lelaki ini kala memutuskan menjadi perantau mengarahkannya menjadi seorang pengusaha bakso sukses.

Namanya Sofii (48), dirinya masuk ke Pekanbaru pada 1990 dengan berjualan kain. Usahanya tersebut kemudian terpaksa terhenti ketika krismon pada 1998 silam.

"Dulu saya jualan kain selama delapan tahun. Namun, karena krisis ekonomi, saya terpaksa banting stir berjualan bakso," kata Sofii.

Baca: Buka Mulai Pukul 3 Sore, Warung Ini Bisa Habiskan 10 Kg Bakso Sebelum Tengah Malam

Baca: Bakso Malang Jadi Ciri Khas Warung Bakso Urat Bukit Barisan.

Diterangkannya, warung bakso pertamanya berlokasi di Jalan Sudirman, tepatnya di dekat kantor Dinsos lama di Marpoyan.

Pada 2007, Sofii memindahkan usahanya di depan UIR. Usaha baksonya pun diberi nama Warung Bakso Mantep.

Sofii menjelaskan, ada cerita sendiri dibalik penamaan warung baksonya tersebut.

Konon, nama Bakso Mantep diambil dari nama warung bakso paling terkenal di kampungnya di Purwodadi sana.

Sebagai pengusaha kuliner, Sofii pernah membuka cabang baru untuk usaha baksonya tersebut.

Namun, cabang tersebut tidak bertahan lama karena kesalahan manajemen.

"Ya itulah susahnya jika manajemen yang mengurus bukan kita sendiri," pungkas lelaki yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Solo Riau (Pamor) ini. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help