Harusnya Perusahaan Fintech Bisa Berkembang di Sumatera

Masyarakat harus lebih jeli melihat perusahaan mana yang resmi dan terdaftar, sebelum menggunakan layanannya.

Harusnya Perusahaan Fintech Bisa Berkembang di Sumatera
Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Di tengah berkembangnya layanan atau jasa keuangan berbasis teknologi atau biasa disebut Fintech, masyarakat harus lebih jeli melihat perusahaan mana yang resmi dan terdaftar, sebelum menggunakan layanannya.

Untuk melindungi masyarakat dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) nakal berbasis fintech, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah membetuk grup sendiri guna melakukan penelitian dan pengembangan fintech dengan tujuan untuk mengawal perkembangan fintech di tanah air.

"Karena kan fintech ini kan masih baru, perusahaannya baru, industrinya juga baru. Jadi OJK telah membetuk grup sendiri untuk melakukan pengawasan," jelas Analis Grup Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro OJK, Felix Arnold, usai seminar Bertajuk Fintech dan Big Data Sebagai Tren Ekonomi Digital Terkini, di Kantor BI Riau Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (4/4) kemarin.

Felix menyebutkan, semua perusahaan fintech yang sudah berjalan sebelum tahun 2016, atau sebelum berlakunya peraturan bagi PUJK, perusahaan penyedia layanan diharuskan mendaftar enam bulan setelahnya. Itu berarti, bagi perusahaan yang saat ini belum mendaftar dianggap belum legal.

"Kurang lebih di bulan Juli/Agustus kamarin, satgas investigasi kita memanggil beberapa perusahaan yang terindikasi beroperasi namun belum mendaftar. Dicurigai, takutnya niatnya kurang baik, dan setelah dipanggil mereka mau mendaftar dan menjalankan proses seperti biasa," ujar Felix.

Beberapa perusahaan telah menyediakan layanan pembiayaan bagi karyawan-karyawannya. Dari sisi OJK sendiri terang Felix, pihaknya masih malakukan upaya penelitian tentang apakah bisa dilakukan pengaturan.

"Kan perusahaan itu ada pembiayaan khusus untuk karyawannya, apakah memang hanya sekedar untuk itu, atau bisa untuk masyarakat luas. Jadi masih kita pelajari," katanya.

Di lain hal, saat disisinggung terkait perkembangan Fintech, Felix menyebut, pertumbuhaannya masih banyak di pulau Jawa. Di luar itu, terdapat Provinsi Malaku yang telah mulai mengembangkan.

"Untuk di Sumatera masih belum, maka kemarin akhir bulan Maret kita coba untuk melakukan sosialisasi PUJK di Medan. harus nya fintech bisa berkembang juga di Sumatera," ungkap Felix. (dri)

Tags
Sumatera
Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help