Siak

Politisi Ini Sebut Rasionalisasi Gaji Honorer di Siak Sama Saja dengan Pemotongan

Ketua PAC PDI Perjuangan Bungaraya, Mulyono mempertanyakan apa beda rasionalisasi gaji dengan pengurangan atau pemotongan.

Politisi Ini Sebut Rasionalisasi Gaji Honorer di Siak Sama Saja dengan Pemotongan
Internet
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Ketua PAC PDI Perjuangan Bungaraya, Mulyono mempertanyakan apa beda rasionalisasi gaji dengan pengurangan atau pemotongan.

Justru ia yang meminta Pemkab Siak melihat fenomenanya terkait besaran gaji yang diterima honorer sejak 2016 lalu hingga sekarang.

"Terkait tunjangan ASN dipotong itu wajar saja. Karena itu kan tunjangan daerah, sementara gajinya tetap kan? Kalau tunjangan daerah berapa sanggup saja. Kalau rasionalisasi dan pengurangan itu kira-jira apa bedanya?," kata dia kepada tribunsiak.com Kamis (5/4/2018).

Terkait dengan banyaknya iven dan pembiayaan lain yang kurang penting telah lama menjadi sorotan.

Sungguhpun ia memercayai tidak signifikan bila mana diperuntukan untuk tenaga honorer. Mengingat banyaknya jumlah tenaga honorer di Pemkab Siak.

Baca: Kabag Humas Siak : Tidak Ada Potongan, Hanya Rasionalisasi Gaji Honorer

Baca: Terima Kunjungan Diskominfo Siak, Roma Doris Paparkan Manfaat KIP Berantas Pungli

"Paling tidak kan harus menyadari ada dampak dan outcome yang didapat dari sebuah iven. Justru ini yang tidak diketahui dan tidak teruji selama ini," sebut dia.

Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Kebangkitan Pembangunan dan Kesejahteraan (DKPS) DPRD Siak, Syamsurizal mengatakan, sejak awal pihaknya tidak setuju pembuangan anggaran untuk iven yang tidak memberikan dampak untuk daerah. Seperti Tour de Siak, di mana tim pebalap diakomodasi oleh Pemkab Siak.

"Mulai dari transportasinya pulang pergi, penginapan, makan minum dan dan lain-lain. Itu hanya uang keluar. Sedangkan dampaknya tidak signifikan untuk daerah," kata dia.

Ia menyebut, pihaknya tidak alergi dengan gelaran iven, namun Pemkab harus rasional melihat kondisinya. Kalaupun, kata dia, anggaran yang digelontorkan untuk iven jika dialihkan untuk honorer juga tidak mencukupi.

"Anggaran untuk Tour de Siak 2017 lalu dari APBD Rp 1,8 miliar. Itukan anggaran yang tampak ya. Memang tak sebanding kalau kita alihkan dengan kebutuhan honorer, yang sebulannya bisa mencapai Rp 5 miliar lebih,"kata politikus partai demokrat itu. (*) 

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help