Pelalawan

Begini Cara DPMPTSP Pelalawan Mengatur Toko Ritel yang Menjamur

Sebanyak 48 toko waralaba Alfamrt dan Indomaret yang berdiri di Kabupaten Pelalawan tersebar di lima kecamatan

Begini Cara DPMPTSP Pelalawan Mengatur Toko Ritel yang Menjamur
Johanes
Toko ritel Indomaret yang berdiri di Jalan Akasia Pangkalan Kerinci berdekatan dengan warung kelontong milik warga. Saat ini toko warlaba sudah menjamur di Pelalawan 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Sebanyak 48 toko waralaba Alfamrt dan Indomaret yang berdiri di Kabupaten Pelalawan tersebar di lima kecamatan tercatat hingga Maret 2018 ini.

Menjamurnya toko ritel ini dikuatirkan mangganggu warung tradisional milik masyarakat apabila tidak dikontrol.

Baca: Arif Tampil di Top 15 Liga Dangdut Indonesia, Suguhkan Kemampuan Bermain Drum   

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengakui hingga kini belum menetapkan zonasi bagi toko waralaba ini bersama Diskoperindag. Disisi lain, DPMPTSP juga tidak bisa menghalangi pemodal untuk berinvestasi di Pelalawan.

"Jadi yang kita harapkan camat dan kepala desa yang bisa mengontrol di lapangan. Kita awasi dalam menentukan lokasi toko," ungkap Kepala DPMPTSP, Hambali Sujadma, melalui Kabid Perizinan Zulkarnaen, kepada tribunpelalawan.com, Senin (9/4/2018).

Baca: 2 Helikopter Sinarmas Forestry Bantu Pemadaman Karhutla di Perbatasan Dumai-Rohil

Zulkarnaen menyatakan, pengawasan dilakukan saat pengelola toko ritel mengajukan izin persetujuan izin prinsip dan sempadan. Jika persyaratan lengkap, DPMPTSP akan menghubungi pihak kecamatan dan desa setempat.

Untuk menanyakan lokasi yang dimaksud berdekatan dengan warung tradisional atau jaraknya jauh.

Baca: Punya Rencana Tak Terduga, Ibu Ini Abadikan Punggung Suami dan Anaknya Selama 4 Tahun  

Apabila masih dekat, lanjut Zulkarnaen, pihaknya akan meminta untuk dipindah ke lokasi yang tidak ada kedai kelontong warga. Kemudian barulah DPMPTSP menerbitkan izin toko ritel tersebut.

"Disamping itu kita imbau pengelola untuk menyerap tenaga kerjanya dari lokal atau setempat. Sampai disana kita bisa melakukan pengawasannya," tandas Zulkarnaen.(*)

Penulis: johanes
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help