Gunakan Bioavtur Berbasis Sawit, Gapki dan Lion Air Tandatangani Kesepakatan

Pemerintah Indonesia merencanakan, pada 2018 campuran biofuel pada avtur mencapai 3 persen, yang akan meningkat pada tahun 2025 menjadi 5 persen

Gunakan Bioavtur Berbasis Sawit, Gapki dan Lion Air Tandatangani Kesepakatan
KOMPAS.com/Bambang PJ
Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pertimbangan efisiensi, kelestarian lingkungan, sekaligus upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melatarbelakangi penandatanganan nota kesepahaman antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bersama Lion Air Group, Selasa (10/4) di Grand Hyatt, Jakarta.

“Komitmen hari ini akan mempercepat upaya mengurangi ketergantungan armada penerbangan komersial terhadap bahan bakar fosil, sekaligus meningkatkan penyerapan minyak kelapa sawit di dalam negeri, yang menjadi bahan dasar bioavtur,” kata Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang juga pendiri Lion Air, Rusdi Kirana, dalam rilis yang diterima Tribunpekanbaru.com.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono bersama Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait.

Baca: Terpilih Aklamasi Joko Supriyono Pimpin GAPKI 2018-2023

Nantinya, Lion Air dan Gapki akan melakukan riset, pengembangan dan juga uji coba pemanfaatan bioavtur sebagai bahan bakar alternatif bagi armada pesawat komersial.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap potensi minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar terbarukan ramah lingkungan dapat dioptimalisasi, karena penggunaannya tidak hanya mengurangi pelepasan emisi karbon, tapi akan berefek pula pada tumbuhnya industri hilir kelapa sawit, berikut meningkatkan penyerapan minyak kelapa sawit yang dihasilkan para petani di Indonesia,” ujar Anggota Dewan Penasihat Gapki, Franky O. Widjaja.

Menurut Rusdi, penggunaan bioavtur berbasis sawit, selain bermakna memajukan perekonomian nasional yang dalam konteks industri kelapa sawit, melibatkan jutaan petani, memiliki pula makna lain, karena pihak Lion Air mencatat, para petani sawit adalah salah satu pengguna terbesar maskapai tersebut.

“Selain itu, bagi negara yang mengenakan pembatasan ekspor bahan bakar terbarukan berbasis sawit, mestinya melihat kalau pesawat udara yang mereka buat, ternyata terbang memakai bahan bakar dari komoditas yang justru mereka boikot,” ujarnya, dalam rilis yang diterima Tribunpekanbaru.com.

Penandatanganan nota kesepahaman dihadiri pula oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Dono Boestami, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad, Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto, CEO Rajawali Corporation, Peter Sondakh, pendiri First Resources, Martias Fangiono dan CEO Triputra Agro Persada, Arif P. Rachmat.

Baca: Indonesia Bisa Kehilangan Pasar Minyak Sawit di India, Ini Harapan GAPKI untuk Pemerintah

Pemerintah Indonesia merencanakan, pada 2018 campuran biofuel pada avtur mencapai 3 persen, yang akan meningkat pada tahun 2025 menjadi 5 persen. (rls)

Tags
Gapki
sawit
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved