Masa Evaluasi Revisi Pajak untuk Pertalite Tinggal 3 Hari Proses Evaluasi di Kemendagri

Sebagaimana diketahui, berkas tersebut dikirimkan oleh pihak Pemprov ke Kemendagri sehari setelah paripurna pengesahan revisi pajak

Masa Evaluasi Revisi Pajak untuk Pertalite Tinggal 3 Hari Proses Evaluasi di Kemendagri
ist
pertalite 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Tinggal 3 hari lagi batas maksimal masa evaluasi revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak daerah untuk penurunan pajak pertalite di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman mengatakan, penghitungan masa evaluasi tersebut dimulai dari sejak pihak biro hukum Pemprov Riau mengirimkan berkas ke Kemendagri.

Sebagaimana diketahui, berkas tersebut dikirimkan oleh pihak Pemprov ke Kemendagri sehari setelah paripurna pengesahan revisi pajak daerah dilaksanakan, yakni 30 Maret 2018 lalu.

Baca: Dua Pelaku Pembunuh Driver Ojol Diringkus, Masih Dibawah Umur dan Anggota Geng Tawuran

Dengan demikian, masa evaluasi tersebut maksimal 3 hari ke depan harus sudah selesai, dan sudah dikasih nomor register.

Penghitungan masa evaluasi tersebut dihitung dari sejak diserahkannya revisi pajak daerah tersebut oleh biro hukum ke Kemendagri, bukan sejak paripurna dilaksanakan," kata Noviwaldy, Rabu (11/4/2018).

Dijelaskannya, setelah nomor register tercatat, selanjutnya pihak Pemprov baru bisa memulai proses perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pajak daerah tersebut.

"Untuk Pergub saya rasa tidak lama proses perubahannya, karena hanya mengubah redaksional saja, dan itu bisa langsung dilakukan di internal Pemprov Riau, paling hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari," jelasnya.

Dengan demikian, menurut pria yang akrab disapa Dedet ini, perubahan harga sudah bisa dilakukan, hanya tinggal pihak Pemprov melakukan koordinasi secara langsung dengan pihak Pertamina, untuk menyesuaikan harga pertalite, dan secara otomatis harganya akan turun.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help