Pelalawan

Masih Berkembang, Jaksa Bidik Ini, Soal Kasus Tipikor Cetak Sawah Pelalawan

Kasus korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Pelalawan tahun 2012 telah divonis hakim PN Tipikor Pekanbaru Senin (9/4/2018)

Masih Berkembang, Jaksa Bidik Ini, Soal Kasus Tipikor Cetak Sawah Pelalawan
ist
ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Kasus korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Pelalawan tahun 2012 telah divonis hakim PN Tipikor Pekanbaru Senin (9/4/2018). Kedua terdakwa, Jumaling dan Kharuddin, divonis seragam yakni hukuman penjara enam bulan dan denda Rp 300 juta.

Meski telah putus hakim, kasus korupsi cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti ini tak terhenti sampai disitu saja. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kembali menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang baru atas proyek mangkrak senilai Rp 1 Milar itu.

Baca: Dituduh Main Pelet dan Punya Ilmu Hitam, Artis Cantik Ini Putuskan Lepas Jilbabnya, Alasannya Miris

"Bulan lalu sprindiknya sudang ditandatangani. Ppenyelidikan baru dalam kasus cetak sawah ini sedang progres sekaran," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Lasargi Marel, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (11/4/2018).

Lasargi Marel mengungkapkan, penyidikan baru terhadap kasus lama ini didasar beberapa fakta di persidangan saat tersangka Kaharuddin dan Jumaling diperiksa. Termasuk keterangan dari beberapa saksi yang dihadirkan di depan majelis hakim.

Kesaksian terdakwa dan saksi mengarah kepada oknum lain yang diduga bertanggungjawab atas proyek gagal tersebut. Bahkan lebih spesifik mengarah ke pejabat terkait di Distan Pelalawan yang mengetahui perjalanan proyek yang dicairkan 100 persen ini.

Baca: Luhut: Lama-lama Manusia Juga Bisa Jengkel Dibilang PKI, Dibilang Nggak Islam, Dibilang Aseng

Pejabat maupun pegawai dari Distan selama ini hanya dipanggi dan diperiksa sebagai saksi saja.

Namun belum ada yang jadi tersangka hingg diseret ke kursi pesakitan. Sebab terdakwa Jumaling dan Kaharuddin merupakan pihak swasta yang berperan sebagai ketua Kelompok Tani (Poktan) serta perantara (broker) kepada kontraktor pelaksana.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved