Bengkalis

Polsek Siak Kecil Tahap II Perkara Sabu 10 Kilogram ke Kejaksaan Negeri Bengkalis

Pelimpahan perkara tersebut langsung di pimpin Kapolsek Siak Kecil Iptu Sunaryo SH. MH bersama penyidik Polsek Siak Kecil.

Polsek Siak Kecil  Tahap II Perkara Sabu 10 Kilogram ke Kejaksaan Negeri Bengkalis
ist
Pelimpahan Tahap II Perkara Sabu 10 kilogram yang diamankan Polsek Siak Kecil 

Turn off for: Indonesian
Polsek Siak Kecil Limpahkan tahap II Perkara Sabu 10 Kilogram ke Kejaksaan Negeri Bengkalis

Laporan wartawan tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Setelah berhasil menggagalkan pendistribusian narkoba jenis sabu sebesar 10 kilogram melalui Siak Kecil akhir tahun lalu, Kini Polsek Siak Kecil melimpahkan tahap II perkara narkotika tersebut ke Kejaksaan Negeri Bengkalis, Kamis (12/4) siang.

Pelimpahan perkara tersebut langsung di pimpin Kapolsek Siak Kecil Iptu Sunaryo SH. MH bersama penyidik Polsek Siak Kecil.

Dalam pelimpahan ini Polsek Siak Kecil melimpahkan berkas, tersangka dan barang bukti ke kejaksaan Negeri Bengkalis. "Kita limpahkan berkas perkara, dua orang tersangka atas Nama Khanafi, Riko Pernando dan barang bukti kendaraan roda empat dan sabu sabu," ungkap Kapolsek Siak Kecil.

Baca: Ditanya Apakah Menerima Fee Dari Dispora Soal Dugaan Korupsi, Ini Tanggapan Muhammad Adil

Pihaknya berharap pelimpahan ini bisa segera di tidak lanjuti sesuai dengan SOP yang ada. Dengan penanganan ini Kapolsek Siak Kecil juga berharap tidak lagi terlibatan masyarakat dalam peredaran narkoba terutama di Siak Kecil.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Bengkalis Iwan Roy Carles melalui Jaksa Penuntut Umum Agrin Nico Reval membenarkan telah menerima pelimpahan perkara sabu 10 kilogram tersebut. Pihaknya dalam akan melakukan pemeriksaan berkas dan persiapan pelimpahan ke Pengadilan Negeri Bengkalis.

Menurut Agrin kedua tersangka yang dilimpahkan ini, nantinya akan di dakwakan pasal 114 ayat 2 Subsider 112 ayat 2 dan subsider 115 ayat dua undang undang narkotika Nomo 35 tahun 2009 Dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati.

"Dalam waktu dekat akan segera kita limpahkan atau dalam waktu dua sampai tiga hari kedepan," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help