Padang

INFORMASI TERKINI, Jumlah Korban Keracunan di Pasaman Mencapai 48 Orang

Jumlah korban dugaan keracunan makanan dan minuman ASN dari dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Barat, terus bertambah.

INFORMASI TERKINI, Jumlah Korban Keracunan di Pasaman Mencapai 48 Orang
istimewa
ilustrasi keracunan 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Jumlah korban dugaan keracunan makanan dan minuman yang terjadi saat Diklat Parajabatan ASN dari dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, terus bertambah.

Informasi dari pihak kepolisian daerah setempat, hingga Jumat (13/4/2018) malam, jumlah korban menjadi 48 orang, dan mereka berasal dari panitia dan peserta Diklat Prajabatan, serta dua orang petugas Pol PP Pasaman.

Kasat Reskrim Polres Pasaman Iptu Zulhendri mengatakan, sebagian korban dugaan keracunan itu hingga malam ini masih dirawat di RSUD Lubuk Sikaping. Sebagiannya lagi, dirawat di Puskesmas Tapus dan Klinik Yessy Kauman, Kecamatan Rao Selatan.

Baca: Sebelum Ditembak Mati, Pembunuh Driver Online Ini Bikin Status di Medsos dan Tantang Polisi

"Di RSUD ada sekitar 20 orang yang dirawat inap. Sedangkan sisanya sudah diperbolehkan pulang, termasuk sebaguan korban yang dirawat di puskesmas dan di klinik," kata Zulhensri saat dihubungi tribunpadang.com via handphone, Jumat malam.

Korban yang masih dirawat inap, lanjutnya, juga mengalami pusing, mual dan muntah, serta ada yang mengalami diare. Bahkan sebagian korban yang dirawat di IGD, terpaksa diberikan infus oleh pihak umah sakit.

Baca: Jokowi Siap Ikut Aturan Main, Termasuk Soal Bagi-bagi Sepeda

Kemudian terkait sampel makanan dan minuman yang telah diambil penyidik untuj diperiksa ke laboratorium, Zulehendri menuturkan bahwa hingga kini, masih menuggu hasil pemeriksaan dari Balai POM Padang.

"Hasilnya belum keluar. Kalau sudah keluar nanti akan disampaikan oleh pihak Balai POM ke Dinas Kesehatan Pasaman. Kemudian, pihak dinas akan meneruskan ke kita bagaimana hasilnya," beber Zulhendri.

Baca: Merasa Dirinya Terlalu Cantik, Wanita Ini Malah Jadi Pengemis, Terkuak Alasan Mengejutkan!

Jika nantinya sampel yang diambil itu memang mengandung bakteri yang menyebabkan korban keracunan, kata Hendri menanbahkan, maka kasua ini akan ditingkatkan ke penyidikan.

"Sejauh ini sudah ada sejumlah aksi yang dimintai keterangannya. Di antaranya, panitia penyelenggara dan beberapa peserta diklat yang jadi korban," pungkas Zulhendri.(*)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help