Indragiri Hulu

Kelas Jalan Tak Sesuai, Truk Tangki CPO Disebut Jadi Sumber Kerusakan Jalan

Angkutan Crude Palm Oil (CPO) milik PT Surya Kencana (SK) disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kerusakan jalan

Kelas Jalan Tak Sesuai, Truk Tangki CPO Disebut Jadi Sumber Kerusakan Jalan
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Ilustrasi - Truk pengangkut CPO 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Angkutan Crude Palm Oil (CPO) milik PT Surya Kencana (SK) disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kerusakan Jalan Lintas Kuala Cenaku menuju Rengat atau jalan lintas yang menghubungkan Rengat dan Tembilahan.

Pasalnya kelas jalan sudah tidak sesuai lagi untuk dilalui angkutan CPO yang memiliki berat mencapai 28 ton.

Oleh karena itu, warga Kabupaten Inhu mendesak agar Dinas Perhubungan (Dishub) dan Sat Lantas Polres Inhu tegas terhadap pemilik angkutan tersebut.

"Satlantas dan Dishub Indragiri Hulu diminta tegur Perusahaan Surya Kencana yang mengangkut minyak CPO melebihi tonase," ujar seorang warga Desa Sei Beringin, Kecamatan Rengat, Said kepada awak media termasuk Tribuninhu.com.

Menurut pria yang juga pernah menjabat sebagai ketua BPD Desa Sei Beringin itu jalan lintas Rengat menuju Tembilahan adalah jalan kelas tiga.

Baca: Rumah Super Mewah Milik Artis Krisdayanti Seharga Rp 10 Miliar, Kalahkan Hunian Anang?

Sementara itu, satu unit angkutan merk SK bermuatan CPO dengan sumbu 10 roda, dengan muatan yang diangkut mencapai 27 sampai 28 ton per unit.

"Angkutan CPO,ini jauh dari kapasitas kelas jalan yang sepatutnya maksimal 12 ton," ucap Said.

Said melanjutkan, kerusakan badan jalan lintas Rengat menuju Tembilahan juga mengancam keselamatan pengendara khususnya pengguna sepeda motor roda dua.

"Kerusakan parah jalan tersebut telah memakan korban kecelakaan bahkan kehilangan nyawa manusia si pengendara. Kuat dugaan PT SK yang mengangkut minyak CPO tidak pernah perhatian atas badan jalan yang rusak dilaluinya," papar Said.

Baca: Bertemu di Lobi Hotel, Ini yang Dibisikan SBY ke Ganjar Pranowo

Sementara itu, manager PT Surya Kencana, Indra Tambunan berkomentar atas keluhan warga itu.

"Kita tetap mendukung keluhan keluhan masyarakat tentang badan jalan yang rusak," katanya kepada awak media.

Indra juga menambahkan akses badan jalan yang dilalui ini sudah berlangsung puluhan tahun terjadi, dan ia mengaku dapat informasi ketika pemerintah mau membuat jalan, namun sebagian masyarakat setempat tidak mendukung. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved