Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Pebatuan Goro Semen Jalan Berlubang di Jalan Pesantren

Jalan Parit Indah menuju Jalan Lintas Timur sudah banyak memakan korban. Hampir setiap hari, ada saja korban

Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Pebatuan Goro Semen Jalan Berlubang di Jalan Pesantren
TribunPekanbaru/Syafruddin
Sebuah mobil tabrakan di Jalan Pesantren, karena mengelak lubang. 

Laporan Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Warga kini sangat mengeluhkan kondisi Jalan Pesantren, Pekanbaru. Kondisi jalan yang menghubungkan Jalan Parit Indah menuju Jalan Lintas Timur tersebut, sudah banyak memakan korban. Bahkan, hampir setiap hari, ada saja korban yang jatuh akibat lubang jalan yang cukup dalam.

Seperti yang dituturkan Ardon, warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi jalan rusak, di Jalan Pesantren, saat warga Pebatuan menggelar gotong royong menyemen jalan berlubang, Minggu (15/4/2018). Diterangkan, korban kecelakaan di jalur ini, karena masing-masing mengelak jalan berlubang yang mengaga di tengah jalan.

"Tiap hari saya pastikan ada kecelakaan di sini. Seperti kecelakaan, jatuh, sepeda motor yang patah dan sebagainya, dan kondisi ini sudah terjadi hampir 1 tahun belakangan ini. Meski sudah berulang kali memakan korban, sayangnya sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah, untuk perbaikan jalan ini," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com.

Diakui pria paruh baya tersebut, dalam tahun 2018 ini saja, sudah seratusan korban yang mengalami kecelakaan di jalur ini. Terakhir, tabrakan antara mobil Kijang Innova dengan Avanza, akhir pekan kemarin. Keduanya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Disebutkan Ardon lagi, meski Jalan Pesantren  ini merupakan jalur lintas yang juga sering dilewati oleh kendaraan plat merah, namun upaya pemerintah belum ada sampai saat ini, untuk memperbaikinya. "Kita sangat prihatin dengan kondisi korban yang berjatuhan di sini. Tapi mau bagaimana lagi. Kemarin ada cewek terpental 5 meter sampai koma akibat lubang ini, belum lagi korban lain ada juga patah tulang", terangnya. 

Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Pebatuan Zulfikri SH menjelaskan, pihaknya bersama RT dan RW memang sengaja mengambil inisiatif sendiri, dengan langkah cepat melakukan gotong royong, dengan menyemen lubang yang parah.

"Ini bentuk swadaya kita. Karena prihatin seringnya kecelakaan di lokasi ini. Kami berembuk dan menyumbang, untuk membeli semen dan kerikil agar lubang bisa ditimbun. Paling tidak untuk sementara aman," kata Zulfikri.

Dia berharap, pemerintah jangan tutup mata. Karena Jalan Pesantren tersebut merupakan lalu lintas yang padat dilalui masyarakat. "Jalan Pesantren ini sudah sangat padat dilalui oleh masyarakat, baik dari kabupaten/kota tetangga seperti Siak, Pelalawan dan Bengkalis," tutur Zul.

Disampingnya itu juga, lampu penerangan jalan di lokasi ini juga harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab, terjadinya kecelakaan ini, karena masyarakat di malam hari tidak nampak adanya lubang. Sekadar diketahui, gotong royong ini dibantu juga oleh Babinkamtibmas Polsek Tenayan Raya, serta masyarakat sekitar. (Saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved