TribunPekanbaru/

Warga Pekanbaru Keluhkan Lamanya Proses Cetak e-KTP, Ini Tanggapan Disdukcapil

Bahkan, ada warga Pekanbaru yang sejak satu tahun yang lalu mengurusnya, namun belum juga selesai dicetak e-KTPnya.

Warga Pekanbaru Keluhkan Lamanya Proses Cetak e-KTP, Ini Tanggapan Disdukcapil
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( E KTP) di Pekanbaru belakangan ini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, banyak warga yang mengeluh lamanya proses cetak E KTP.

Bahkan, ada warga yang mengaku sudah mereka satu tahun yang lalu namun belum juga selesai dicetak e-KTPnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, Baharuddi, saat dikonfirmasi akhir pekan lalu mengungkapkan, tahun ini pihaknya akan menambah alat perekaman dan percetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik. Dengan adannya penambaan alat tersebut, bisa mempercepat proses cetak E KTP.

Baca: Puan Maharani dan Pramono Anung Disebut Kecipratan Dana e-KTP, Fahri Hamzah: Festival Baru‎!

"Iya, ada aturan baru dari Pemerintah pusat yang memperbolehkan daerah membeli alat perekaman KTP-el sendiri. Dengan begitu kita bisa melengkapi seluruh peralatan yang rusak di beberapa Kecamatan," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.

Baharuddin mengungkapkan, saat ini Disdukcapil hanya miliki sembilan alat perekaman, idealnya setiap kecamatan harusnya ada satu alat perekaman yang lengkap.

"Itulah yang membuat antrian panjang dibeberapa UPTD Dukcapil di Kecamatan karena ada alat yang rusak. Seperti di Kecamatan Tampan masyarakatnya terpaksa dialihkan ke Marpoyan Damai karena keterbatasan alat," bebernya.

Sementara saat disinggung terkait anggaran pengadaan alat perekaman KTP-el, Baharudin tidak bisa menyebutkan secara terperinci.

Karena pembelian alat itu sesuai dengan keuangan Pemko Pekanbaru.

Baca: Kasus e-KTP Belum Selesai, Muncul Ide Kreatif Bikin Kaos e-KTP, Ada yang Minat Beli

"Untuk anggaran masih dihitung, yang pasti itu mahal sekali, intinya tergantung keuangan Kota Pekanbaru," katanya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help