Ternyata Ini Penyebab Anggaran Bersisa Rp 388 Miliar yang Ditemukan Pansus LKPJ 2017 DPRD Riau

Anggaran tersebut berasal dari biaya untuk pejabat yang akan menempati posisi baru di sejumlah pecahan OPD, atau UPT-UPT yang ada di daerah.

Ternyata Ini Penyebab Anggaran Bersisa Rp 388 Miliar yang Ditemukan Pansus LKPJ 2017 DPRD Riau
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander 

Tribunpekanbaru.com, PEKANBARU– Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Riau, Syahrial Abdi menjelaskan, adanya anggaran belanja pegawai yang didapati pihak Pansus Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2017 DPRD Riau bersisa sebanyak Rp 388 miliar beberapa waktu lalu, bukan karena gaji pegawai yang tak dibayarkan.

Dijelaskannya, anggaran tersebut berasal dari biaya untuk pejabat yang akan menempati posisi baru di sejumlah pecahan OPD, atau UPT-UPT yang ada di daerah.

Namun pada kenyataannya, OPD tersebut belum ditempati pejabat di sana saat tahun 2017 tersebut, dan mereka baru dilantik tahun 2018 ini, otomatis anggaran tersebut tidak terpakai.

Baca: Sudah Dua Pekan di Kemendagri, Apa Kabarnya Revisi Perda Penurunan Pajak Pertalite?

Baca: Paripurna Ranperda Pelayanan Kesehatan di DPRD Riau Diwarnai Aksi Walkout

“Itu adalah anggaran untuk tambahan pecahan Oranisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya. Beberapa OPD kan merencanakan cabang dinas, tapi ternyata tak terealisasi tahun itu, baru dilantik tahun 2018,” kata Syahrial Abdi kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (16/4/2018).

Selain itu, anggaran lainnya menurut Syahrial adalah sisa anggaran non fisik, ditambah perpindahan guru karena perpindahan kewenangan tingkat pendidikan sebelumnya, yang berjumlah ribuan guru.

“Kita tentu mengantisipasi anggaran, dan memastikan semua gaji dibayarkan, tidak ada yang kurang,” ulasnya.

Dia juga memastikan dalam laporan keuangan pihaknya tidak ada masalah, dan pihaknya pun siap nantinya untuk laporan keuangan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Halaman
123
Penulis: Alex
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved