Pelalawan

Tersangka Abdul Wahab Ditahan Jaksa Satu Pekan Setelah Praperadilan Kandas di PN Pelalawan

Penahanan tersangka Abdul Wahab tepat satu pekan setelah permohonan Praperadilan (Prapid) yang diajukannya ke Pengadilan Negeri Pelalawan kandas.

Tersangka Abdul Wahab Ditahan Jaksa Satu Pekan Setelah Praperadilan Kandas di PN Pelalawan
istimewa
Proses penahanan tersangka Abdul Wahab oleh Kejari Pelalawan. 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Tersangka kasus dugaan Tipikor penerimaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Kesehatan Pelalawan tahun 2014-2015, Abdul Wahab, resmi ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Senin (16/4/2018).

Ia dibawa langsung ke Rutan Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru.

Penahanan tersangka Abdul Wahab tepat satu pekan setelah permohonan Praperadilan (Prapid) yang diajukannya ke Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan kandas.

Hakim memutuskan menolak permohonan Prapid tersangka pada Senin (9/4/2018) pekan lalu.

Ia menggugat Kejari Pelalawan atas penetapannya sebagai tersangka dalam perkara rasuah itu.

Baca: Masih Berpakaian Seragam Abdul Wahab Ditahan Usai Diperiksa Penyidik Lebih dari 3 Jam

Baca: BREAKING NEWS: Kejari Tahan Tersangka Tipikor PTT Diskes Pelalawan

Baca: Ratusan Warga Rupat Datangi Kantor Kecamatan, Tuntut Bagi Hasil Plasma Perkebunan Sawit 

Didampingi penasihat hukum dari kantor pengacar Dr Yusuf Daeng, ia mengajukan permohonan Prapid pada 22 Maret lalu.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Lasargi Marel, penahanan tersebut tidak berhubungan dengan kandasnya Prapid Sekretaris Kecamatan Teluk Meranti itu.

Diajukan atau tidaknya Prapid, tidak menghalangi atau mempengaruhi proses penahanan yang telah direncanakan jaksa.

"Prapid itukan hak tersangka sebagai warga negara. Tidak ada hubungannya dengan ini (penahanan). Sekarang kita menggunakan hak kita yakni upaya paksa atau penahanan," tandas Lasargi Marel kepada tribunpelalawan.com.

Pria yang akrab disapa Marel ini memastikan penyidik telah memiliki minimal dua alat bukti dalam menerat mantan Kasubag Tata Usaha dan Kepegawaian Diskes Pelalawan itu.

Penahanan dilakukan untuk lebih memperlancar proses penyidikan yang lakukan korps Adhyaksa.

Penulis: johanes
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help