TKA di Pekanbaru Jangan Sampai Ambil Jatah Naker Lokal, Ini yang Harus Dilakukan Pemko

Dari data yang diperoleh pihak DPRD Pekanbaru dari Disnaker Pekanbaru akhir tahun lalu, jumlah TKA tidak sampai di angka 50 orang.

TKA di Pekanbaru Jangan Sampai Ambil Jatah Naker Lokal, Ini yang Harus Dilakukan Pemko
Tribun Pontianak
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Kota Pekanbaru, hingga kini tidak pasti.

Dari data yang diperoleh pihak DPRD Pekanbaru dari Disnaker Pekanbaru akhir tahun lalu, jumlah TKA tidak sampai di angka 50 orang, yang terdiri dari beberapa negara.

Namun yang paling dominan dari warga negara China.

Hanya saja, data tersebut dipastikan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Apalagi belakangan, banyak TKA yang masuk ke Indonesia, termasuk ke Pekanbaru, dan Provinsi Riau secara umum.

"Di beberapa daerah sudah menjadi contoh, TKA bebas masuk. Terakhir di Sulawesi. Jangan sampai hal yang sama terjadi di Kota Pekanbaru. Ini harus diawasi betul," saran Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Heri Pribasuki, Senin (16/4/2018) kepada Tribunpekanbaru.com.

Disebutkannya, kehadiran TKA di suatu daerah, dipastikan mengurangi jatah tenaga kerja lokal.

Sebab belakangan, TKA yang dikirim ke Indonesia, termasuk ke Kota Pekanbaru saat dipekerjakan di PLTU dua tahun lalu, tidak lagi mengambil pangsa pasar pekerjaan spesialis.

Baca: Kisah Penantian Memilukan Dibalik Keputusan Wanita Sekarat Donorkan Kornea Matanya

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved