TribunPekanbaru/

Kepulauan Meranti

Anggota Dewan Minta Pemkab Meranti Buat Perda Bagi Hasil Tanaman Kehidupan, Begini Tujuannya 

Ia khawatir, jika tidak diatur dalam Perda, pihak perusahaan sewenang-wenang memberikan hasil panen tanaman ke desa.

Anggota Dewan Minta Pemkab Meranti Buat Perda Bagi Hasil Tanaman Kehidupan, Begini Tujuannya 
Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Taufiek meminta Pemkab Kepulauan Meranti segera membuat Perda bagi hasil tanaman kehidupan antara PT National Sago Prima (NSP) dengan desa.

Sebab, pascadiserahkannya tanaman kehidupan seluas 1.100 hektare oleh PT NSP setahun yang lalu ke seluruh desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Pemkab Meranti belum juga memilki payung hukumnya.

"Sementara penjualan hasil panen tanaman kehidupan tersebut dikelola sepenuhnya oleh PT NSP," ujar Taufiek, Selasa (17/4/2018).

Menurut Taufiek payung hukum tersebut dibuat untuk menetapkan dana bagi hasil yang akan diperoleh desa dari PT NSP.

Baca: Lagi Beli Rokok Sopir Angkot Kaget Ada Remaja Dalam Angkotnya, Mulai Curiga Saat Ditanya Tujuan

Baca: Anggota DPR RI Ungkap Alasan Revisi UU PNBP, Ternyata Selama Ini Orang Mati pun Kena PNBP

Perda itu juga mengatur desa dalam penggunaan dana bagi hasil yang diterimanya.

Ia khawatir, jika tidak diatur dalam Perda, pihak perusahaan sewenang-wenang memberikan hasil panen tanaman ke desa.

"Penggunaan dana bagi hasil oleh desa juga harus diatur, jangan sampai desa menggunakannya untuk hal lain yang tidak bermanfaat bagi warga," ujar politisi PPP ini pada  Tribunpekanbaru.com.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help