Padang

Gubernur Sumbar Laporkan Wartawan dan Anggota DPRD Padang ke Polisi Gara-gara Ini

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melaporkan seorang jurnalis dan anggota DPRD Kota Padang ke polisi

Gubernur Sumbar Laporkan Wartawan dan Anggota DPRD Padang ke Polisi Gara-gara Ini
.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melaporkan wartawan dan anggota DPRD Padang ke polisi Rabu (2/5/2018) 

Laporan Kontributor TribunPadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melaporkan seorang jurnalis bernama Beni Okta, yang merupakan Redaktur Pelaksana di media cetak tertua di Ranah Minang tersebut ke Polda Sumbar, Rabu (2/5/2018) dinihari.

Pria asal Limapuluhkota itu dilaporkan ke Polda terkait pemberitaan  yang terbit pada Sabtu, 28 April 2018 yang berjudul “Pengakuan Tersangka SPJ fiktif 500 Juta untuk Baliho IP”.

Selain Beni, juga turut dilaporkan terdakwa penggelapan Spj fiktif Yusafni, dan akun Facebook bernama Maidestal Hari Mahesa ll yang merupakan anggota DPRD Kota Padang.

Dia dilaporkan oleh Irwan, karena menyebarkan berita yang tidak benar.

Baca: Kepala BNPB Resmikan Taman Edukasi Bencana di Padang

Baca: Asyiik! Gratis Naik KA Minangkabau Ekspres dari Padang-BIM, Selama Masa Promosi

Baca: Hanya di 3 Tempat Polresta Padang Bisa Sita 308 Botol Miras, 2 Kafe Dirazia Tak Punya Izin Edar 

Sedangkan Yusafni, karena memberikan keterangan yang tidak benar di luar persidangan dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Prasjaltarkim Sumbar tahun anggaran 2012 hingga 2016, senilai Rp62,5 miliar.

Terkait laporan bernomor laporan polisi nomor : LP/172/IV/2018/SPKT Sbr tanggal 2 Mei 2018, Beni Okva memberikan jawaban atas laporan gubernur dalam sebuah group whatsapps wartawan bernama KWAK 2018.

Dalam group itu, Beni menyampaikan bahwa dirinya menghormati langkah yang ditempuh gubernur, namun akan bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dengan berani menguji kebenarannya di depan hukum.

"Saya menghormati dan menghargai sikap yang ditempuh Gubernur Sumbar. Saya siap mempertanggungjawabkan seluruh tindakan saya, termasuk status yang saya unggah di media sosial. Baik kepada publik atau penegak hukum. Mari kita uji kebenaran di depan hukum," tulis Beni.

Selain Beni, pada group tersebut Penanggung Jawab Harian tersebut Zul Effendi, juga turut berkomentar.

Kata Zul, apapun perbuatan Beni Okta, sepenuhnya berada dalam perlindungan media tempat dia bekerja, mengingat yang bersangkutan adalah Redaktur pelaksana.

"Unggahan Beni ke Facebook miliknya dengan nama akun Bhenz Maharajo juga terkait pemberitaan. Kitaakan memberikan advokasi dan mengawal proses hukum terhadap laporan ini. Bhenz tidak akan dibiarkan sendiri," tulisnya.(*)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help